Hadapi Tantangan Pengasuhan, Ratusan Ibu di Wonosari Belajar Pola Asuh Bahagia dari Psikiater

Dalam seminar Majelis Taklim Ummi Khadijah, dr. Ida Rochmawati ungkap fakta mengejutkan: tingkat stres guru dan nakes seringkali lebih tinggi, namun sulit mengakses pertolongan.

WONOSARI (kupass.com) – Lebih dari 200 ibu dari berbagai majelis taklim di Wonosari berkumpul di Masjid Al-Ikhlas pada Sabtu (26/7/2025). Mereka hadir untuk mengikuti seminar bertajuk “Pola Asuh Islami Yang Membahagiakan” yang digelar oleh Majelis Taklim Ummi Khadijah, sebuah inisiatif untuk menjawab berbagai problematika pengasuhan anak di era modern.

Ratusan Ibu di Wonosari Belajar Pola Asuh Bahagia dari Psikiater
Ratusan Ibu di Wonosari Belajar Pola Asuh Bahagia dari Psikiater

Acara ini menghadirkan pembicara ahli di bidangnya, psikiater dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ, untuk membekali para orang tua dengan ilmu dan motivasi.

Fakta Mengejutkan tentang Stres dan Kesehatan Mental

Dalam paparannya, dr. Ida menyoroti pentingnya kesehatan mental, terutama bagi para orang tua dan profesi yang memiliki tingkat stres tinggi. Ia membagikan temuan risetnya yang cukup mengejutkan.

Dukungan Pemerintah dan Sinergi 'Kurikulum Cinta'
Dukungan Pemerintah dan Sinergi ‘Kurikulum Cinta’

“Tingkat stres yang dialami oleh guru, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat itu ternyata bisa lebih tinggi dibandingkan masyarakat pada umumnya. Justru mereka ini seringkali mengalami kesulitan akses terhadap pertolongan kesehatan mental,” ungkap dr. Ida.

Ia melanjutkan dengan materi yang berkaitan dengan kondisi psikologis dalam pengasuhan yang rentan dialami oleh orang tua, terutama ibu. dr. Ida memberikan dorongan dan motivasi kepada para peserta agar tetap bahagia dan berdaya dalam menghadapi tantangan hidup saat ini.

Kepedulian Berkelanjutan dari Majelis Taklim Ummi Khadijah

Ketua Umum Majelis Taklim Ummi Khadijah, Eko Wahib Janarti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan sebagai wujud kepedulian terhadap isu-isu terkini di masyarakat.

Kepedulian Berkelanjutan dari Majelis Taklim Ummi Khadijah
Kepedulian Berkelanjutan dari Majelis Taklim Ummi Khadijah

“Kami sebagai majelis taklim telah memulai langkah-langkah kebaikan ini sejak tahun 2018. Berbagai agenda telah terlaksana, seperti santunan anak yatim dan pembelajaran Al-Qur’an. Seminar parenting ini adalah salah satu program unggulan kami,” terang Eko.

Dukungan Pemerintah dan Sinergi ‘Kurikulum Cinta’

Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari pemerintah. Perwakilan dari Kemenag Gunungkidul, H. Ahmad Munir, S.H., yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya.

Ia menjelaskan bahwa tema acara ini sangat sejalan dengan program Kemenag yang kini tengah mensosialisasikan “Kurikulum Cinta”, sebuah kurikulum yang berfokus pada empat pilar: cinta kepada Allah, cinta kepada sesama, cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada negara. Seminar pola asuh yang membahagiakan ini menjadi salah satu perwujudan praktis dari kurikulum tersebut.