Kawal Pendidikan & Kesehatan, Senator Ahmad Syauqi Lapor Kinerja di Hadapan Warga Gunungkidul

Sukses loloskan 1.000 beasiswa PIP hingga soroti kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Syauqi bentuk tim asistensi untuk serap aspirasi.

SEMANU (kupass.com) – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., kembali turun ke bawah menyapa konstituennya di Gunungkidul. Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Rabu (24/12/2025) ini bertempat di RM Bocahe Dewe, kawasan Telaga Njlamprong, Ngeposari, Semanu.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. RM Bocahe Dewe, kawasan Telaga Njlamprong, Ngeposari, Semanu
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) DIY, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. RM Bocahe Dewe, kawasan Telaga Njlamprong, Ngeposari, Semanu

Dalam pertemuan hangat yang dihadiri perwakilan warga dari Kapanewon Semanu, Tepus, Rongkop, Girisubo, dan Tanjungsari tersebut, Syauqi menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerjanya sebagai senator yang telah bertugas sejak 2024.

Fokus Pendidikan: 1.000 Siswa Lolos PIP

Sebagai anggota Komite III yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Syauqi memaparkan bahwa dirinya telah melaksanakan lebih dari 300 kegiatan, baik berupa advokasi maupun kunjungan kerja.

Salah satu capaian konkret yang dirasakan masyarakat adalah pengawalan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

pengawalan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah
pengawalan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

“Alhamdulillah, untuk tahun 2024 saja, kami berhasil mengawal dan meloloskan 1.000 siswa untuk mendapatkan manfaat program PIP. Ini adalah komitmen kami agar anak-anak DIY mendapatkan akses pendidikan yang layak,” papar Syauqi.

Soroti Kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Selain pendidikan, Syauqi juga memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan, khususnya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini bergulir di Yogyakarta.

Ia menyoroti kasus keracunan makanan yang sempat menimpa beberapa sekolah di Yogyakarta belakangan ini. Syauqi mendorong evaluasi menyeluruh dan perbaikan layanan dari Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) agar program ini berjalan maksimal tanpa membahayakan siswa.

“Kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama, jangan sampai niat baik program ini tercederai oleh kelalaian pengawasan,” tegasnya.

Bentuk Tim Asistensi untuk Permudah Aspirasi

Demi memaksimalkan pengabdian dan memastikan suara warga Gunungkidul tersalurkan dengan cepat, Syauqi membentuk tim asistensi di tiap daerah.

Khusus untuk wilayah Gunungkidul, masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui Ustadz Muhammad Arif Darmawan. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Daarul Khoir sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY ini ditunjuk sebagai koordinator penghubung.

“Dengan adanya tim asistensi ini, saya berharap tidak ada lagi sekat antara wakil daerah dengan rakyatnya. Segala aspirasi bisa segera kami tindaklanjuti,” pungkas Syauqi.