Ekonomi

Berdayakan Lahan Wakaf, Kebun Melon DifarMu Sudah Panen Melon Ketiga Kalinya

Playen (kupass.com) – Greenhouse budidaya melon di Plembon Lor, Playen hasil kerjasama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul dengan BMT Dana Insani (BDI) kembali menggelar panen melon untuk yang ketiga kalinya.

Dampak dan Perkembangan

Kebun melon dengan konsep modern ini mengembangkan melon varietas Golden Kinanti, yang sudah terbukti manis dan segar serta digemari berbagai kalangan.

Berdayakan Lahan Wakaf, Kebun Melon DifarMu Sudah Panen Melon Ketiga Kalinya - foto pendukung-2
Ilustrasi AI: Berdayakan Lahan Wakaf, Kebun Melon DifarMu Sudah Panen Melon Ketiga Kalinya

Melon jenis Golden Kinanti memiliki berat ideal antara 1,5 hingga 1,8 Kg, namun dengan perawatan tertentu dan hanya satu buah saja dalam satu pohon beratnya bisa mencapai 3,5 Kg.

Melon berkulit kuning cerah yang daging buahnya berwarna orange ini bisa dipanen dalam 65 hingga 70 hari setelah tanam (HST) dan pada panen raya DifarMu hari Sabtu (26/09/2026) yang lalu dibanderol dengan harga 25 ribu per kilogram dari harga pasaran yang biasanya berkisar 30 ribu hingga 35 ribu perkilonya.

Direktur BDI, Kurniawan Fahmi yang memimpin program panen raya melon DifarMu mengatakan bahwa kebun ini merupakan bagian dari usaha ekonomi dengan pemberdayaan tanah wakaf milik Muhammadiyah Gunungkidul.

"Program ini merupakan program pemberdayaan wakaf kolaborasi antara PDM dan BDI, hari ini kita mengajak warga Muhammdiyah Gunungkidul untuk panen raya melon" terang Fahmi.

Saat ini program kerjasama antara BDI dan Muhamamdiyah Gunungkidul telah melahirkan budidaya melon dan domba, untuk selanjutnya akan terus dibangun pengembangan kekuatan ekonomi umat dengan program budidaya buah pepaya yang sedang dipersiapkan di Karangmojo.

Selain itu, BMT Dana Insani juga memberikan stimulus usaha bagi peserta sekolah wirausaha ‘Aisyiyah yang bergerak di bidang UMKM dan akan segera dikucurkan pada bulan Oktober mendatang.

Kurniawan Fahmi berharap program kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangankan untuk kejayaan perekonomian masyarakat, serta dapat dinikmati manfaatnya secara lebih luas oleh umat.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan berdayakan lahan wakaf, kebun dan dampaknya bagi masyarakat.

Berdayakan Lahan Wakaf, Kebun Melon DifarMu Sudah Panen Melon Ketiga Kalinya - foto pendukung-3
Ilustrasi AI: Berdayakan Lahan Wakaf, Kebun Melon DifarMu Sudah Panen Melon Ketiga Kalinya