Sate Pak No Di Playen, Jadi Langganan Pejabat Sejak 10 Tahun Yang Lalu

Playen (kupass.com) – Warga Gunungkidul pasti sangat familiar dengan menu sate kambing. Olahan daging kambing memang sangat digemari dan layak menjadi top menu di dunia kuliner.

Dinamika dan Respons Publik

Ada satu warung sate kambing hidden gem di Playen yang ternyata sudah jadi langganan para pejabat sejak 10 tahun yang lalu, mulai dari bupati hingga camat pernah mencicipi gurihnya olahan sate disini.

Sate Pak No Di Playen, Jadi Langganan Pejabat Sejak 10 Tahun Yang Lalu - foto utama
Ilustrasi AI: Sate Pak No Di Playen, Jadi Langganan Pejabat Sejak 10 Tahun Yang Lalu

Namanya Sate Pak No, yang berlokasi di Jalan Playen-Plembutan. Tidak hanya sate, Pak No juga menyediakan aneka menu lain, primadona konsumen disini adalah olahan thengkleng, ada juga tongseng kepala kambing utuh yang rasanya nendang banget.

Dibalik khas dan legitnya menu sate Pak No, ternyata ada rahasia disebaliknya. Pak No dan istri merupakan pegawai di salah satu warung sate paling terkenal di Yogyakarta, tepatnya di daerah Samirono dan Sambilegi.

18 tahun bekerja, akhirnya Pak No memutuskan kembali ke Gunungkidul dan membuka warung sate sendiri. Resep lainnya adalah mulai dari pemilihan kambing, menyembelih dan memotong-motong dilakukan oleh Pak No sendiri, jadi bisa dipastikan kambing yang dimasak merupakan kambing yang sehat, aman dan halal.

Saat ditemui di warungnya, Pak No menceritakan awal mula mendirikan warung sate hingga akhirnya menjadi ramai seperti sekarang.

"Awalnya dulu promosi dari mulut ke mulut ya istilahnya gethok tularlah, kan waktu itu belum ada tik tok, media sosial dan lain-lain. Jadi pelanggan yang datang biasanya adalah karen mendengar cerita dari konsumen-konsumen kami sebelumnya" terang Pak No.

Pak No juga mengatakan bahwa pelayanan pelanggan menjadi poin utama yang terus dilakukan dengan sebaik-baiknya, bagaimana menyapa pelanggan, berkomunikasi dengan baik dan membangun kedekatan dengan konsumen sehingga konsumen merasa nyaman dan akan kembali lagi.

Bagi Pak No, berdagang bukanlah sekedar proses jual dan beli namun Pak No juga berharap bahwa konsumen-konsumen yang datang bisa merasa nyaman dan betah di warungnya, selain karena suasana, juga karena adanya hubungan baik antara konsumen dan Pak No sendiri sebagai pemilik usaha.

Warung sate Pak No tiap hari menghabiskan rata-rata 2 ekor kambing, yang diolah menjadi aneka menu. Pak No sendiri tidak khawatir mengenai bahan baku karena bekerja sama dengan penyedia kambing yang selalu siap mensuplai bahan baku.

Sampai saat ini Pak No memiliki banyak konsumen yang loyal bahkan hingga keluar kota seperti Semarang dan Surabaya. Beberapa pejabat yang pernah berdinas di Gunungkidul selalu menyempatkan diri untuk mampir ke warung Pak No saat berkunjung kembali ke Gunungkidul.

Hal ini lah yang membuat Pak No terus bersemangat dan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan sate pak no di dan dampaknya bagi masyarakat.

Sate Pak No Di Playen, Jadi Langganan Pejabat Sejak 10 Tahun Yang Lalu - foto pendukung-2
Ilustrasi AI: Sate Pak No Di Playen, Jadi Langganan Pejabat Sejak 10 Tahun Yang Lalu