Hadirkan wasit juri dari PW DIY, ajang ini menjadi bukti suksesnya kaderisasi pesilat Muhammadiyah di Gunungkidul.
WONOSARI (kupass.com) – Gelaran Kejuaraan Tapak Suci Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cup #4 resmi dibuka di Gedung Kesenian Wonosari, Gunungkidul, pada Jumat (21/11/2025). Kompetisi tahun ini mencatatkan rekor tersendiri dengan lonjakan jumlah peserta yang sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Animo Meledak, Peserta Naik Hampir Dua Kali Lipat
Jika pada PDM Cup #3 tahun 2024 diikuti oleh sekitar 300 atlet, tahun ini angkanya meroket tajam menembus lebih dari 560 peserta. Mereka berasal dari berbagai unit latihan di Gunungkidul, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Remaja/SMA.
Lonjakan animo ini menjadi sinyal positif bahwa proses pembinaan dan kaderisasi siswa Tapak Suci di Gunungkidul berjalan sangat baik dan semakin diminati generasi muda.
Standar Kompetisi Tinggi dengan Juri Provinsi
Untuk menjaga kualitas pertandingan, panitia tidak main-main. Sebanyak 12 orang dewan juri dan wasit didatangkan langsung dari Pimpinan Wilayah (PW) Tapak Suci DIY.
Acara pembukaan juga dihadiri langsung oleh tokoh senior Tapak Suci, H. Fakhrudin, S.Pd., yang bergelar Pendekar Besar dari PW Tapak Suci DIY, memberikan dukungan moril bagi para atlet muda yang bertanding.
Wadah Prestasi dan Pelestarian Budaya
Ketua Panitia Penyelenggara, Albert Syafrudin, mengungkapkan kegembiraannya atas tren positif ini. Menurutnya, PDM Cup telah menjadi event yang paling ditunggu-tunggu oleh para siswa Tapak Suci di Gunungkidul.

“Kejuaraan ini merupakan media bagi para atlet untuk berprestasi dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di unit latihan. Ini adalah dorongan motivasi agar mereka terus giat berlatih menuju jenjang yang lebih tinggi,” terang Albert.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga menjadi sarana menjaga eksistensi Tapak Suci sebagai seni bela diri asli Indonesia dan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yang memiliki sejarah panjang sejak berdiri tahun 1963.
