Sekretaris PDM Gunungkidul: “Buktikan Sekolah Muhammadiyah Adalah Sekolah Besar,” Pemenang Akan Bersaing Menuju Makassar 2026.
WONOSARI (kupass.com) – Gelaran Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) ke-VIII tingkat Kabupaten Gunungkidul untuk jenjang SD/MI dan SMA/SMK/MA resmi dibuka hari ini, Sabtu (25/10/2025). Upacara pembukaan yang berlangsung meriah dipusatkan di halaman Masjid Agung Al Ikhlas Wonosari.

Ajang Pembinaan dan Evaluasi Pendidikan
Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, Andar Jumailan, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Ia menegaskan bahwa OlympicAD adalah ajang pembinaan, evaluasi, dan silaturahmi.
“Terima kasih kepada anak-anakku yang berpartisipasi, serta bapak-ibu BKS (Badan Kerja Sama) SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA yang telah mempersiapkan para siswa,” ujar Andar.
“OlimpicAD diharapkan menjadi kompetisi yang membawa dampak positif, menambah rasa percaya diri bahwa sekolah Muhammadiyah adalah sekolah yang besar. Dengan kompetisi ini, sekolah dapat menyusun strategi pembelajaran yang optimal,” lanjutnya.
Target Nasional: Makassar 2026
Kompetisi hari ini digelar di dua lokasi terpisah: jenjang SD/MI dipusatkan di SMP Muhammadiyah 1 Wonosari, sementara jenjang SMA/SMK/MA dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Wonosari.
Andar Jumailan berpesan agar para peserta yang lolos dapat membawa nama baik Gunungkidul ke tingkat yang lebih tinggi. Puncak kompetisi ini adalah OlympicAD Nasional ke-VIII yang rencananya akan digelar di Makassar pada tahun 2026.
“Terus tingkatkan kompetensi dan berikan prestasi terbaik. Ajang nasional di Makassar nanti diperkirakan akan diikuti lebih dari 10.000 siswa dan memperlombakan 35 cabang akademik,” tambahnya.
Wadah Maksimalkan Bakat Siswa
Salah satu panitia jenjang SMA/SMK/MA, Drs. H. Wadiyo, mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme peserta. Ia berharap ajang ini menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan bakat terbaik mereka.
“Harapannya anak-anak bisa berprestasi hingga tingkat nasional, dan bisa memaksimalkan bakatnya sebagai bekal di masa mendatang,” terang Wadiyo.
