Sekretaris Mabicab Gunungkidul berpesan agar Pramuka Penegak Pandega harus adaptif, bertanggung jawab, dan memiliki resiliensi.
GIRISUBO (kupass.com) – Pengembaraan Wiradhaksinarga (PWD) XXXIV Kwartir Cabang Gunungkidul resmi dimulai hari ini, Sabtu (25/10/2025). Sebanyak 216 Pramuka Penegak dan Pandega memulai long march (jalan jauh) mereka dari titik tolak Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Girisubo.

Jelajahi Rute Wisata dengan Sistem “Flying Camp”
Selama empat hari ke depan, 25-28 Oktober 2025, para peserta akan menempuh rute bertema “Eksplorasi Pariwisata dan Budaya Gunungkidul”. Pengembaraan kali ini dilaksanakan dengan sistem flying camp (berkemah secara berpindah-pindah).
Rute jelajah akan dimulai dari Pelabuhan Sadeng, menyusuri jejak Bengawan Solo Purba, menuju Lapangan Anompurwo di Kalurahan Semugih, Rongkop, dan akan berakhir di Sidoharjo, Kapanewon Tepus.

“Lelana Niti Mustikaning Laku”
Mengusung tema filosofis “Lelana Niti Mustikaning Laku”, PWD XXXIV ini diharapkan menjadi media bagi para peserta untuk mencari jati diri. Melalui perjalanan dan pengembaraan ini, Pramuka Penegak dan Pandega didorong untuk meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan memahami tujuan hidup sebagai manusia yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Pesan untuk Pemimpin Masa Depan

Upacara pembukaan PWD XXXIV dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan Andalan Kwarcab Gunungkidul, Ketua Satuan Karya Pramuka, Panewu Girisubo, Panewu Rongkop, Panewu Tepus, serta para Ketua Kwartir Ranting.
Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Sekretaris Majelis Pembimbing Tingkat Cabang (Mabicab) Kwarcab Gunungkidul, Kak Supriyanto, SE.
Dalam sambutannya, Kak Supriyanto berpesan bahwa Pramuka hari ini harus adaptif dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya kader Penegak dan Pandega sebagai penerima tongkat estafet kepemimpinan di masa depan.
“Pramuka Penegak Pandega harus terus meningkatkan kemampuan dalam memimpin, tanggung jawab, dan resiliensi dalam menghadapi tantangan kehidupan,” pungkas Supriyanto.
