Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan, Kali ini akan menyampaikan tentang Tafsir tematik Ibnu Katsir Al Quran Surat Al Baqarah ayat 190-191 dan berikut lebih lengkapnya

Firman Allah
‎وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Baqarah (2) : 190)

Penjelasan:

  1. Jihad adalah mencurahkan segenap kemampuan untuk mencapai apa yang dicintai Allah dan menolak semua yang dibenci Allah.
  2. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi setiap Muslim, agar belajar mengenai konsep Islam tentang jihad secara benar, dan bertanya kepada para ulama pewaris Nabi tentang hal-hal yang belum ia ketahui. Telebih lagi dalam permasalahan yang sangat penting ini.
  3. Syariat jihad diturunkan secara bertahap :
    ✅ Dalam bentuk penjelasan, dakwah
    ✅ Belum diperintahkan perang, tetap tegakkan shalat dan sabar ; Bilal di siksa > harus sabar
    ✅ Jihad dalam rangka untuk membela diri
    ✅ Jihad untuk menyerang orang kafir, jika mereka tidak mau melaksanakan hukum Allah
  4. Ayat ini merupakan ayat perang pertama yang diturunkan di Madinah. Setelah ayat ini diturunkan, maka Rasulullah Saw. memerangi orang-orang yang memerangi dirinya dan membiarkan orang-orang yang tidak memeranginya
  5. Aturan dalam perang :
    ✅ Mencincang musuh,
    ✅ Curang,
    ✅ Membunuh wanita-wanita, anak-anak serta orang-orang lanjut usia yang tidak ikut berperang serta tidak mempunyai kemampuan berperang, para rahib dan pendeta-pendeta yang ada di dalam gereja-gerejanya,
    ✅ Membakar pohon, dan
    ✅ Membunuh hewan bukan karena maslahat
  6. kaum yang lemah itu dapat mengalahkan kaum yang kuat, maka kaum yang lemah berbuat kelewat batas terhadap mereka dan mempekerjakan mereka secara paksa dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak layak bagi mereka.Maka Allah menjadi murka terhadap mereka yang menang itu disebabkan sikap mereka yang melebihi batas.
  7. Mengingat jihad itu mengandung risiko melayangnya banyak jiwa, terbunuhnya banyak kaum laki-laki, maka Allah mengingatkan bahwa perbuatan yang telah dilakukan oleh mereka —yaitu kafir kepada Allah, mempersekutukan-Nya, dan menghalang-halangi jalan Allah— adalah perbuatan yang lebih parah dan lebih fatal, lebih besar akibatnya daripada pembunuhan.

Firman Allah :
‎وَاقْتُلُوْهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّٰى يُقٰتِلُوْكُمْ فِيْهِۚ فَاِنْ قٰتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْۗ كَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْكٰفِرِيْنَ
Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir. (QS. Al Baqarah (2) : 191)

Penjelasan:

  1. Potongan ayat :
    …… Dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan ….. (QS. Al Baqarah (2) : 191)
  2. Makna ayat ini ialah bahwa apa yang sedang kalian hadapi itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan yaitu :
    ✅ kafir kepada Allah,
    ✅ mempersekutukan-Nya, dan
    ✅ menghalang-halangi jalan Allah
  3. Abul Aliyah, Mujahid, Qatadah, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan : “Kemusyrikan itu bahayanya lebih besar daripada pembunuhan”.
  4. Janganlah kalian memerangi mereka di  Masjidil Haram.
    Di dalam kitab Sahihain disebutkan:
Sesungguhnya kota ini telah disucikan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, maka dia tetap suci karena disucikan Allah sampai hari kiamat dan tidak pernah dihalalkan kecuali sesaat untukku di waktu siang hari, dia tetap suci karena disucikan Allah sampai hari kiamat, pepohonannya tidak boleh ditebang, rerumputannya tidak boleh dicabut.Jika ada seseorang membolehkan karena alasan Rasulullah Saw. pernah melakukan perang padanya, maka katakanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya Allah hanya mengizinkan bagi Rasul-Nya dan Dia tidak mengizinkan bagi kalian. (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Nabi Saw. membuka kota Mekah secara damai, karena berdasarkan kepada sabda Nabi Saw. yang mengatakan:
Barang siapa yang menutup pintunya, maka dia aman, dan barang siapa yang masuk ke dalam  Masjidil Haram, maka dia aman, dan barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka dia aman.Firman Allah Swt.:
…kecuali jika mereka memerangi kalian di tempat itu. Jika mereka memerangi kalian (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.
  6. Dengan kata lain, janganlah kalian memerangi mereka di  Masjidil Haram (Mekah) kecuali bila mereka memulai memerangi kalian padanya, maka saat itu kalian boleh memerangi mereka untuk membela diri. Sebagaimana. yang dilakukan oleh para sahabat ketika mengucapkan baiat (janji setia) kepada Nabi Saw. pada hari Hudaibiyyah di bawah sebuah pohon. Mereka berjanji setia untuk membela Nabi Saw., yaitu di saat semua suku Quraisy dan para pendukungnya dari kalangan suku Saqif dan orang-orang Habsyah pada tahun itu bersekutu untuk memerangi Nabi Saw. Kemudian Allah Swt. mencegah pcperangan di antara mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman:“Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kalian dan (menahan) tangan kalian dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kalian atas mereka”. ( QS. Al Fath:24)

    Allah Swt. berfirman pula:
“Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kalian ketahui, bahwa kalian akan membunuh mereka yang menyebabkan kalian ditimpa kesusahan tanpa pengetahuan kalian (tentulah Allah tidak akan menahan tangan kalian dari membinasakan mereka).

    Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidak bercampur-baur, tentulah Kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azob yang pedih”. (QS. Al Fath:25)

  7. Jihad hanya dilakukan oleh Pemimpin negara yang sah, bukan kelompok atau perorangan.

Kesimpulan:

FITNAH YANG TERBESAR ADALAH KEMUSYRIKAN.
DAN KEMUSYRIKAN LEBIH KEJAM DARIPADA PEMBUNUHAN

🕕 KAJIAN BAKDA MAGHRIB 🕖
🗓 Hari, tgl : Senin, 19 Dzulqaidah
1445 H./ 27 Mei 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Pogung Dalangan, Pogung Kidul, Sinduadi, Mlati, Sleman.
🎤 Penceramah : Ammi Nur Baits, S.T, B.A, Hafidzahullah
✍️ Pencatat : Sugani