Tips Bisa Menerima dan Diterima Orang Lain

Kali ini ada kajian menarik tentang Bisa Menrima dan diterima Orang Lain. Kajian ini disampaikan oleh Wijdan Ali Arifin.

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلاَ خَيْرَ فِيْمَنْ لاَ يَأْلَفُ وَلاَ يُؤْلَفُ وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Seorang mukmin itu adalah orang yang bisa menerima dan diterima orang lain, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath, no. 5949. Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 426).

Tanda Bisa Menerima dan Diterima Orang Lain

Yang Pertama Tawazun = Seimbang

Tawazun adalah sikap menyeimbangkan segala aspek dalam kehidupan, tidak condong kepada salah satu perkara saja.

Kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat ; kerja bakti, iuran warga

Kerja mencari rezeki, jangan lupa ikut rapat warga

Sabda Nabi Muhammad Saw
‎خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاس
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani,

Ditunjukkan Nabi sebagai orang yang meletakkan Hajar Aswad

Ketika kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Sebagaimana firman Allah:
‎إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ…
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri …” (QS al-Isrâ/ 17: 7),

Hadits Nabi Muhammad saw:
‎… وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ
“… dan barangsiapa (yang bersedia) membantu keperluan saudaranya, maka Allah (akan senantiasa) membantu keperluannya.” (Hadits Riwayat Bukhari, Shahîh al-Bukhâriy

Jika menjadi orang baik > temannya banyak
Jika menjadi orang memperbaiki > musuhnya banyak
Tetaplah menjadi orang yang berguna bagi lingkungan

Yang Kedua Al Huriyah = Merdeka

Bahwa setiap orang, setiap warga masyarakat diberi hak dan kebebasan untuk mengeksperesikan pendapatnya.

Ketika Imam mengajak jamaah untuk meluruskan dan merapatkan shaf shalat, ada jamaah yang patuh ada yang tidak, namun Iman tetap mendapat pahala

Firman Allah
‎ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Anhl : 125)

Dakwah bil hikmah adalah menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik.

Adanya kompetitif/persaingan dalam menegakkan dan menjalankan syariat agama
Perlunya Hijrah untuk kebaikan dan kebenaran
Di kampung ada Jatilan > di TPA ada Hadroh

Adanya pro aktif, memanfaatkan situasi dan kondisi yang tidak baik menjadi baik.
Peduli terhadap pembinaan generasi muda; mengajukan proposal kepada pejabat

Ingat doa Rasulullah agar Islam dikuatkan dengan Umar bin Khatab

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdoa,

‎« اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِى جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ ». قَالَ وَكَانَ أَحَبَّهُمَا إِلَيْهِ عُمَرُ
“Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang yang lebih Engkau cintai dari kedua laki-laki ini: Abu Jahal atau Umar bin Al-Khaththab.”

Ternyata yang lebih dicintai oleh Allah adalah Umar bin Khattab radhiallahu’anhu.

PENGAJIAN BAKDA SHUBUH
🗓 Hari, tgl : Rabu Pahing, 07 Dzulqaidah 1445 H./ 15 Mei 2024 M
🕌 Tempat : Masjid Kraton Soko Tunggal, Taman, Patehan, Kraton, Yogyakarta
🎤 Penceramah : Wijdan Ali Arifin
✍️ Pencatat : Sugani