Wonosari, (kupass.com)–Selama tahun politik mulai bermunculan cuitan di media sosial yang mengarah kepada penggiringan opini yang dapat merusak keutuhan NKRI. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya bermunculan akun-akun media sosial yang tidak sungkan untuk melontarkan ujaran kebencian maupun hasutan.
Jajaran Polres Gunungkidul terus berupaya untuk melakukan pencegahan terhadap gerakan tersebut di Gunungkidul dengan melakukan dialog bersama perwakilan masyarakat dan media sebagai upaya preemtif.
“Media sosial saat ini mudah dijangkau dan sangat mudah cuitannya. Satu akun dengan katakan 100 pengikut sekali saja dibuat tulisan itu maka akan tersebar ke 100 orang. Dan pasti diantara pengikutnya ada yang terpengaruh,”kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ary Murtini.
Dengan pola penyebaran ujaran kebencian dan berita hoaks yang secara terus menerus dilakukan, berita bohong tersebut lama kelamaan akan menjadi suatu kebenaran. Sehingga dalam berbagai sosialisasi yang dilakukan Polres Gunungkidul melalui akun resminya adalah Stop Berita Hoaks dan Saring sebelum Shering.
“Kuatnya pengaruh di media sosial di masyarakat sehingga perlu diwaspadai tentang aksi yang mengganggu Kamtibmas. Oleh karena itu peran serta masyarakat maupun media masa memiliki peran penting dalam menyebarkan dan mengolah informasi. Harus melakukan pengecekan kebenarannya di media yang kredibel,”pungkasnya.
