TEPUS (kupass.com) – Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Gunungkidul merespons positif permintaan SD Negeri Widoro, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, untuk bertindak sebagai pemateri sekaligus pendamping dalam simulasi kesiapsiagaan bencana yang digelar pada Jumat (08/05/2026).
Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh Ketua MDMC Gunungkidul, HM. Yogandha Tyasmoko, didampingi Sekretaris MDMC Wahdan Masykuri, serta Koordinator Bidang Logistik Perlengkapan dan Relawan Ambulans Muhammadiyah Saptosari, Budi Setyanto.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, tim juga dibantu oleh anggota Bidang Tanggap Darurat dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Sukarji dan Supriyono), serta Kamali selaku relawan lokal Tepus.
Pemisahan Kelas Teori dan Praktik Simulasi
Edukasi kebencanaan ini diikuti dengan antusias oleh 9 orang guru dan tenaga kependidikan, serta 113 siswa. Proses pembelajarannya dibagi menjadi dua kelas teori.
Kelas pertama dikhususkan untuk guru, yang mempelajari tentang pengenalan jenis bencana, prosedur evakuasi siswa yang aman, serta langkah pertolongan pertama jika ada siswa yang terluka saat bencana terjadi. Sementara itu, kelas siswa difokuskan pada pembelajaran tentang upaya penyelamatan diri ketika terjadi keadaan darurat, khususnya gempa bumi.

Usai pemaparan materi teori, acara dilanjutkan dengan praktik simulasi evakuasi bersama. Simulasi ini menggunakan skenario terjadinya guncangan gempa bumi secara tiba-tiba di saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung di kelas.
Rangkaian Edukasi Masif MDMC Gunungkidul
Keterlibatan di SD Negeri Widoro bukanlah satu-satunya agenda MDMC Gunungkidul dalam bulan ini. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program strategis dan preventif yang terus digencarkan untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini.
Sebelumnya, MDMC juga telah menggelar sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana pada forum BKS SMP Muhammadiyah se-Gunungkidul (13 April), menjadi pemateri simulasi kebencanaan di SMP Ar-Ruhama Playen (25 April), serta membagikan materi Penyelamatan & Pertolongan Pertama pada acara Kemah HW SMK Muhammadiyah Wonosari (6 Mei).

Selain menyasar sekolah, pada 12 Mei lalu MDMC juga terjun sebagai pemateri Aksi Merespon Peringatan Dini Bencana dan Simulasi bagi perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, Linmas, Jaga Warga, dan relawan di Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong.
Bagi instansi, sekolah, maupun elemen masyarakat yang ingin bersinergi dengan MDMC Gunungkidul—baik dalam rangka belajar bersama tentang kebencanaan dan survival (bertahan hidup) maupun pengawalan medis suatu event—dapat langsung menghubungi atau melakukan konfirmasi kepada Ketua maupun Sekretaris MDMC Gunungkidul.
