[caption id="attachment_78" align="alignnone" width="1024"] Membedah Gagasan Makmum Mencari Imam[/caption]

Membedah Gagasan Makmum Mencari Imam

Wonosari, (kupass.com); Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi menghadiri acara diskusi publik dalam tajuk “Membedah Gagasan Makmum Mencari Imam” di aula BMT dana Insani Wonosari,  Kamis 06/08/2020. Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Bersama Pergerakan Warga Gunungkidul itu dihadiri sejumlah sesepuh NU dan Muhammadiyah.

Diwawancarai seusai acara berlangsung Wakil Bupati yang dikabarkan bakal maju menjadi Calon Bupati Gunungkidul pada Pilkada 2020 lewat Partai Nasdem itu membeberkan,  acara gagasan seminar maupum sarasehan saat ini semakin jarang dilakukan.  Sehingga lama – lama apa yang terjadi di masyarakat mengental pada apa yang sudah terjadi seperti saat ini.

Membedah Gagasan Makmum Mencari Imam

Membedah Gagasan Makmum Mencari Imam

“Kurang bijak apabila kita menyalahkan masyarakat katakanlah sudah NPWP “nomere piro wanine piro”. Masyarakat itu dibimbing, diajak, diaruhke dan kita kita inilah yang berkewajiban sebagai elemen masyarakat yang masih sempat dan punya minat dari sisi pengetahuan,”kata Immawan, Jumat (07/08/2020).

Menjelang perhelatan Pilkada Gunungkidul 2020 menurut Wakil Bupati dua periodr itu adalah event demokrasi bukan tentang pilihan, tetapi kebersamaan mencari tujuan.

“Tidak mungkin seseorang itu sempurna, ini juga penting untuk masyarakat dan calon pemimpin,”imbuhnya.

Dia mengapreasi dan menyambut baik adanya diskusi membedah gagasan makmum mencari imam tersebut. Secara spesifik Immawan menyebut bahwa Imam adalah konotasi sebagai sebuah model ibadah sholat, namun demikian sholat dimana pun pasti dianggap sebagai kesatuan yang bagus.

“Imam ditaati tetapi imam juga harus taat diingatkan harus manut, itu simbol demokrasi. Ketika memimpin harus ditaati tidak boleh ngeyel, tapi supaya pemimpin diterima oleh masyarakat juga harus mendengar apa yang disampaikan oleh masyarakat,”terangnya.

Acara membedah gagasan makmum mencari imam tersebut dihadiri sejumlah tokoh sesepuh NU seperti KH Sayid Ashari,  Drs H Suharto dan H Samin Fawzi. Selain itu tokoh kawakan Muhammadiyah seperti Mustakim dan Arif Darmawan berserta sejumlah ormas juga hadir dalam kesempatan tersebut.

102 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *