Pemulihan Kelestarian Lingkungan, Telaga Kepleng Ditaburi Berbagai Jenis Ikan

Ponjong, (kupass.com)–Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melakukan penebaran benih ikan bersama warga Padukuhan Mandak, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kamis (07/03/2025). Penebaran benih ikan di Telaga Kepleng ini disebut sebagai upaya pemulihan sumber daya ikan dan kelestarian lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Untuk Telaga Kepleng ini mungkin Telaga paling produktif di Gunungkidul karena belum ada 1 tahun sudah melakukan tebar benih sebanyak 3 kali,”kata Endah.

Dia mengapresiasi kebersamaan warga serta Pokdarwis Telaga Kepleng Bendogede dalam menjaga dan merawat telaga sehingga dapat bermanfaat untuk kesejahteraan.

“Mungkin besok kalau ikannya sudah besar-besar kita bisa buat grobyak Telaga Kempleng menggunakan anco,”kata dia.

Kearifan lokal grobyak telaga juga salah satu upaya dalam merawat telaga karena ada aktivitas “ngedreg” artinya memadatkan tanah yang berada didasar telaga,

“Telaga ini juga merupakan bagian dari ekosistem, maka dari itu bersama-sama mengajak masyarakat gotong royong merawat telaga, dan adanya budidaya ikan air tawar dapat mendorong kegiatan gemar makan ikan di masyarakat,”paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Johan Wijayanto mengatakan untuk ikan yang dipilih adalah jenis yang sesuai dengan habitat telaga seperti nilem, tawes dan tombro.

“Kita menginginkan agar telaga ini bisa langgeng, airnya ada terus setiap tahun, diuri-uri oleh kelompok karena ini terdiri dari tiga Padukuhan di Sumbergiri ini, untuk jenis ikan yang ditebar ini nilem dan tawes kurang lebih 20 ribu benih,” ujarnya.

Potensi produksi perikanan budidaya di Gunungkidul juga sangat luar biasa, Johan menyebutkan ada sekitar 12 ribu ton, kemudian Podakan sekitar 259, juga ada rumah tangga Podakan 8199, kendati demikian juga tidak terlepas dari kendala dalam hal angka konsumsi ikan di Gunungkidul yang masih rendah.

“Konsumsi ikan kita masih rendah, sekitar 33,4 kg perkapita pertahun, ini masih dibawah rata-rata angka konsumsi ikan Provinsi sekitar 36,4kg perkapita pertahun,”tandasnya.