Pentingnya Menjaga Lisan

  • Bagikan
Pentingnya Menjaga Lisan Dalam Kehidupan Bersosial
Pentingnya Menjaga Lisan Dalam Kehidupan Bersosial

KUPASS.com; Pentingnya Menjaga Lisan. Lidah memang tidak bertulang, namun tajamnya bisa melebihi pedang. Begitulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa lidah memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keselamatan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Banyak nasehat yang disampaikan baik melalui hadist maupun ayat al qur’an mengenai pentingnya menjaga lisan.

Sebab banyak orang tergelincir dan celaka hidupnya karena ketidakmampuannya dalam menjaga lisan. Salamatul Insan fi hifdzil lisan, keselamatan manusia terletak dari ia menjaga lisannya.

Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori pernah disebutkan,

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam,” (HR Bukhari)

Lagi-lagi Allah mengaitkan keimanan manusia dengan banyak aspek kehidupan bermuamalah terhadap sesama manusia, termasuk dalam hal menjaga lisan. Banyak saudara yang bermusuhan, teman yang saling membenci, serta perpecahan lainnya karena lisan. Terlebih di era digital seperti ini, tangan sebagai wakil mulut dalam berbicara, bisa dengan mudah menulis hal yang dapat memicu permusuhan.

Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang baik kepada sesama manusia maupun makhluk lainnya sehingga tercipta keharmonisan di dunia. Bahkan kita diperintahkan untuk saling menjaga, melindungi, dan tidak boleh menyakiti sesama termasuk dalam memanggil atau memberi gelar. Allah memerintahkan agar kita memanggil sesama manusia dengan sebutan atau gelar yang baik.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita yang lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari wanita yang (mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah kamu beriman. Dan barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orangorang yang dzalim)” (QS Al hujurat:11)

Allah sangat membeci orang-orang yang berkata buruk dan memandang rendah orang lain, baik karena kedudukan, rupa, maupun keturunan, sebab yang dihina dan yang diolok-olok belum tentu lebih buruk dari yang mengolok-olok. Wallaua’lam bishshowwab.

Baca Juga:  Dahsyatnya Istighfar

Sumber Gambar Unsplash Photo by yonatan anugerah on Unsplash

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *