Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Digelar 10-11 Juli, Angkat Potensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark

Patuk, (kupass.com)—Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul akan kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GGNS) Vol. 8.0 pada Jumat-Sabtu, 10-11 Juli 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Geosite Gunung Api Purba Nglanggeran, Kecamatan Patuk, itu menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark sekaligus mendorong pelestarian warisan geologi, hayati, dan budaya di Kabupaten Gunungkidul.

Dampak dan Perkembangan

Tahun ini, Gunungkidul Geopark Night Specta kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang disusun Kementerian Pariwisata. Ini merupakan kali ketiga agenda tersebut terpilih sebagai bagian dari kalender event nasional.

new Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Digelar 10-11 Juli, Angkat Potensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark - foto
Ilustrasi AI: new Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Digelar 10-11 Juli, Angkat Potensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, mengatakan pengakuan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat.

“Melalui Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 8.0, kami berharap keberadaan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, khususnya segmen Gunungkidul, semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, kunjungan wisatawan meningkat sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya..

Menurut dia, penyelenggaraan GGNS tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi mengenai konsep geopark. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan potensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, mendorong pelestarian geodiversity dan biodiversity, membuka ruang promosi bagi geoproduk lokal, serta meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kawasan geopark.

Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 8.0 merupakan kegiatan yang didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2026 pada urusan tata ruang, Satuan Ruang Strategis Gunung Sewu.

Selama dua hari penyelenggaraan, masyarakat akan disuguhi berbagai kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan lomba foto geosite dan destinasi wisata. Pembukaan resmi akan ditandai dengan pemecahan Rekor MURI melalui Senam Kreasi Penthul Tembem yang melibatkan anggota PERWOSI Kabupaten Gunungkidul.

Selain itu, pengunjung dapat mengunjungi bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk unggulan lokal. Di bidang edukasi, panitia juga menggelar kegiatan Ngobrol Bareng Geopark yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Geopark, kalangan akademisi, dan Paniradya Pati DIY.

Sejumlah pertunjukan seni dan hiburan turut melengkapi rangkaian acara, mulai dari kesenian tradisional, mini stage, Festival Cokelat, Lomba Display Cokelat Bar, hingga konser gamelan orkestra sebagai penutup kegiatan.

Penyelenggaraan event ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, PERWOSI Kabupaten Gunungkidul, serta Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gunungkidul.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menyukseskan penyelenggaraan acara, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM, komunitas seni, serta masyarakat sekitar kawasan wisata.

Sebagai informasi, Gunung Sewu UNESCO Global Geopark membentang di tiga wilayah, yakni Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Pacitan. Kawasan tersebut memiliki 33 geosite, dengan 13 di antaranya berada di Kabupaten Gunungkidul. Salah satu geosite yang menjadi ikon kawasan sekaligus lokasi penyelenggaraan Gunungkidul Geopark Night Specta adalah Gunung Api Purba Nglanggeran.

Melalui penyelenggaraan Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 8.0, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap potensi geopark semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat posisi Gunungkidul sebagai destinasi geowisata yang mengedepankan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan new gunungkidul geopark night dan dampaknya bagi masyarakat.