Kisah Naura dari Ujung Gunungkidul: Belajar dari Rekaman, Sukses Raih Juara Macapat Tingkat DIY

Sempat hanya menempati peringkat ke-20 tahun lalu, kegigihan siswi kelas 5 SDN Pucung Girisubo ini berbuah manis di Kompetisi Bahasa dan Sastra 2025.

YOGYAKARTA (kupass.com) – Kegigihan dan semangat belajar yang luar biasa telah mengantarkan Naura Nadhifatul Azhar, siswi kelas 5 dari SDN Pucung, Girisubo, meraih prestasi di tingkat provinsi. Ia berhasil meraih Juara Harapan II dalam Kompetisi Bahasa dan Sastra kategori Macapat SD yang digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY pada Rabu (1/10/2025).

Sempat hanya menempati peringkat ke-20 tahun lalu, kegigihan siswi kelas 5 SDN Pucung Girisubo ini berbuah manis di Kompetisi Bahasa dan Sastra 2025.
Kegigihan siswi kelas 5 SDN Pucung Girisubo ini berbuah manis di Kompetisi Bahasa dan Sastra 2025.

Prestasi ini terasa istimewa, mengingat Naura berasal dari sekolah yang terletak di ujung timur selatan Kabupaten Gunungkidul, membuktikan bahwa talenta bisa lahir dari mana saja.

Perjuangan dari Peringkat 20 Hingga Juara Kabupaten

Perjalanan Naura menuju panggung DIY tidaklah instan. Putri dari Bapak Ahmad Triatno ini menunjukkan peningkatan prestasi yang drastis. Jika pada tahun 2024 ia hanya menempati posisi ke-20 di tingkat kabupaten, tahun ini ia melesat menjadi Juara 1 tingkat Kabupaten Gunungkidul, yang memberinya hak untuk mewakili daerahnya.

Momen kemenangannya di tingkat kabupaten bahkan diiringi tangis haru dari para guru dan orang tuanya. “Kami sangat terharu dan tidak menyangka bisa mengalahkan peserta dari kapanewon-kapanewon lain yang notabene lebih dekat dengan pusat kota,” ungkap salah satu gurunya.

Belajar Jarak Jauh dengan Bantuan Rekaman

Keterbatasan jarak tidak menyurutkan semangat Naura. Bakatnya, yang pertama kali disadari oleh para guru karena kegemarannya bernyanyi, terus diasah dengan tekun. Dengan didampingi guru dan orang tuanya, Naura berlatih setiap hari dengan metode yang unik.

Belajar Jarak Jauh dengan Bantuan Rekaman
Image

“Naura belajar dari rekaman suara yang dikirimkan oleh mentornya, lalu ia berlatih menirukannya. Semangatnya sangat luar biasa,” jelas Subagya, S.Pd., Kepala SDN Pucung.

‘Damarjati’: Semangat di Balik Kompetisi

Kompetisi Bahasa dan Sastra yang diikuti Naura merupakan bagian dari perayaan Bulan Bahasa 2025. Mengusung tema “Damarjati”, yang berarti “Pelita yang Kokoh”, acara ini bertujuan untuk menjadi penerang yang kuat bagi pelestarian bahasa dan sastra Jawa, sesuai amanat Perda No. 2 Tahun 2021.

Kisah Naura adalah cerminan sempurna dari semangat “Damarjati” itu sendiri. Dari sebuah desa di ujung Gunungkidul, ia berhasil menjadi pelita kecil yang bersinar terang, mengharumkan nama sekolah dan daerahnya berkat kerja keras dan cinta pada budaya.