Dihadiri Syaikh dari Kuwait, Kemenag Gunungkidul Dukung Penuh Pembangunan Masjid Ponpes Baitussalam 4

Kepala Kemenag pimpin doa peletakan batu pertama, sebut pembangunan masjid sebagai langkah strategis penguatan karakter dan moderasi beragama.

PATUK (kupass.com) – Pengembangan fasilitas pendidikan Islam di Gunungkidul terus menggeliat. Pondok Pesantren Modern Baitussalam 4 yang berlokasi di Ngoro-oro, Gluntung, Patuk, secara resmi memulai pembangunan masjid barunya. Momen sakral ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang digelar pada Rabu (19/11/2025).

Kepala Kemenag pimpin doa peletakan batu pertama, sebut pembangunan masjid sebagai langkah strategis penguatan karakter dan moderasi beragama.
Kepala Kemenag pimpin doa peletakan batu pertama, sebut pembangunan masjid sebagai langkah strategis penguatan karakter dan moderasi beragama.

Acara ini berlangsung khidmat dengan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Gunungkidul, H. Mukotip, S.Ag., M.Pd.I.

Dukungan Strategis dan Apresiasi Kemenag

Dalam keterangannya, H. Mukotip menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas dimulainya pembangunan masjid ini. Menurutnya, fasilitas ibadah yang memadai merupakan komponen vital dalam ekosistem pesantren.

“Pembangunan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan pesantren kepada para santri,” ujar Mukotip.

Dukungan Strategis dan Apresiasi Kemenag
Dukungan Strategis dan Apresiasi Kemenag

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama senantiasa mendukung pengembangan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memegang peran kunci dalam pembinaan akhlak, penguatan karakter generasi muda, serta promosi moderasi beragama.

“Semoga pembangunan ini mendapat rida Allah SWT dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat,” harapnya.

Sinergi Lintas Sektoral dan Internasional

Prosesi peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan dari luar negeri, yakni perwakilan Yayasan Al Khairiyah Kuwait, Syaikh Abdurrahman Al Mahfal.

Kehadiran beliau didampingi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam, KH. Abdul Hakim. Dari unsur pemerintah daerah, hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, dr. Dewi Irawati, M.Kes., bersama Panewu dan jajaran Forkopimkap Patuk.

Jejak Sejarah Panjang di Patuk

Pondok Modern Baitussalam memiliki akar sejarah yang kuat di masyarakat. Dirintis sejak tahun 1986 dengan nama awal Pondok Darussalam, lembaga ini kemudian bertransformasi menjadi Pondok Baitussalam pada tahun 1991.

Pembangunan di kompleks Patuk ini menunjukkan progres yang pesat. Sebelumnya, pada bulan Oktober 2025 lalu, juga telah dilaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung asrama dan ruang kelas, menandakan komitmen pesantren untuk terus bertumbuh melayani umat.