Bukan Cuma Pajak, KPP Pratama Wonosari Ajari UMKM Bikin “Konten Menarik, Omset Fantastik”

Gandeng konten kreator Fajar Risdiyan, puluhan pelaku UMKM Gunungkidul dibekali strategi pemasaran digital untuk naik kelas.

WONOSARI (kupass.com) – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wonosari menunjukkan komitmennya untuk mendukung pelaku UMKM di Gunungkidul. Melalui program Business Development Services (BDS), KPP Pratama Wonosari menggelar pelatihan bertema “Konten Menarik, Omset Fantastik” di aulanya pada Selasa (11/11/2025).

Dukungan untuk UMKM Naik Kelas 🚀

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga pertanian. Wawan Nurcahya, selaku Seksi Pelayanan KPP Pratama Wonosari, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai dukungan nyata agar UMKM dapat naik kelas dan meningkatkan omset.

“Sebagai pelaku bisnis, UMKM merupakan wajib pajak yang potensial dan sangat perlu untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari kami,” terang Wawan.

Tips Konten Viral: Maksimalkan Kearifan Lokal

Untuk mengupas tema “Konten Menarik, Omset Fantastik”, KPP Pratama Wonosari menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu konten kreator lokal Fajar Risdiyan.

Fajar, yang telah malang melintang di dunia digital dan mengelola berbagai akun media sosial dengan ribuan pengikut, membagikan tips praktisnya. Menurutnya, konten viral tidak harus mahal, melainkan harus otentik.

“Konten-konten yang mengangkat kearifan lokal dan kehidupan sehari-hari justru sangat diminati oleh netizen. Kita bisa memaksimalkan sumber daya yang ada di sekitar kita, seperti kuliner lokal dan destinasi wisata yang masih alami,” papar Fajar. Ia juga menunjukkan cara membuat konten menarik hanya dengan peralatan sederhana.

Sinergi untuk Kemajuan Bersama

Wawan Nurcahyo menutup acara dengan ucapan terima kasih atas antusiasme peserta. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi pelaku UMKM untuk memaksimalkan penggunaan media digital sebagai alat penetrasi pasar.

“Kegiatan ini adalah salah satu cara kami membantu pelaku UMKM dalam melaksanakan perpajakan, mengedukasi, dan memberikan layanan untuk meningkatkan usaha. Pelaku UMKM adalah mitra kami dalam membangun negara,” pungkasnya.