Wonosari. Jauh sebelum pemerintah berencana memasukkan Koding dan AI masuk kurikulum. SD Muhammadiyah Al Mujahidin sudah lebih dulu menerapkan pembelajaran koding dan AI.
Melalui dua ragam kegiatan yakni melalui ekstrakurikuler yang terintegrasi ke dalam mata Pelajaran yang ada (Matematika, Seni, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPAS ).
Pembelajaran koding memiliki manfaat yang signifikan, diantaranya meningkatkan kemampuann berpikir logis, melatih kemampuan memecahkan masalah dan mengasah kreatifitas, memperkenalkan konsep teknologi, bermain sambil belajar.
SD Muhammadiyah Al Mujahidin mengunakan dua media yakni berbasis elektronik menggunakan computer dan aplikasinya dan berbasis tanpa elektronik (ATK, APE, boardgame).
Aplikasi yang digunakan scratch, roblok studio, figma. Pelaksanaan pembelajaran koding melalui ekstrakurikuler diperuntukkan mulai kelas 2-5, dengan terbagi menjadi 2 level. Level 1 untuk kelas 2-3 dan level 2 untuk kelas 4-5.
Baru baru ini SD Muhammadiyah Al Mujahidin menjadi salah satu sekolah yang dijadikan benchmarking dan identifikasi awal penerapan koding dan Kecerdasan Artifisial oleh tim kerja pembelajaran dan penilaian Direktorat SD Kementerian Pendiidkan Dasar dan Menengah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 23-25 April 2025. Kegiatan tersebut digunakan sebagai menghimpun bahan dan persiapan untuk Pendampingan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial jenjang SD.
Hanya 6 sekolah yang menjadi tempat uji tiru, yakni SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Gunungkidul DIY, SD Al Bayyin Al Mujahiddinyah, Jagakarsa DKI Jakarta, SD8 BPK Penabur DKI Jakarta, Sophos BSD Primary Banten, Mentari Intercultural School Bintaro Banten, dan Al Irsyad Satya Islamic School Bandung Jawa Barat.
Kepala sekolah SD Muhammadiyah Al Mujahidin, Joko Kiswanto, S. Pd., M. Pd mengatakan bahwa pembelajaran koding yang sudah dilaksanakan di sekolah sangat diminati. Joko juga berharap pembelajaran ini terus berkembang.
“Harapan kami adalah tidak hanya meningkatkan literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah, tetapi juga mengajarkan berbagai keterampilan esensial yang mencakup berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika KA, human-centered mindset, design system KA, dan teknik KA anak sejak dini”, terang Joko.
Selain itu, pembelajaran koding dan AI ini sebagai bagian dari menyiapkan generasi kreatif, logis, dan siap menghadapi era digital, Membentuk budaya belajar sambil bermain yang menyenangkan.
Kegiatan ini mendapat sambutan yang positif dari wali murid, yang sangat senang dengan hadirnya kegiatan semacam ini karena memberikan bekal melek teknologi dan memberikan skill tersendiri.
