Pemerintahan

Kasus Covid-19 Diklaim Melandai, Wakil Bupati Bilang Belum 100 Persen Bisa Dikendalikan

Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan seumlah langkah antisipasi terkait terus menurunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul. Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto berujar saat ini menurutnya kasus Covid-19 di Gunungkidul belum 100 persen dianggap bisa dikendalikan.

Pemda Gunungkidul sendiri menurut Wabup tetap melakukan langkah antisipatif lantaran penanganan secara intensif masih terus dilakukan. Diakuinya bahwa kasus Covid-19 selama beberapa hari ini disebutnya fluktuatif dan mengalami tren positif penurunan.

“Kita tetap melanjutkan rencana menambah kapasitas bed penanganan pasien Covid-19. Penambahan dilakukan di RSUD Saptosari. Disana seluruh ruang rawat inap akan dialihkan sementara untuk penanganan,”kata Heri, Senin (23/08/2021).

Pihaknya terus mengupayakan bahwa warga masyarakat yang dinyatakan terpapar Covid-19 tidak keberatan dibawa ke shelter. Hal ini dilakukan supaya dalam penanganan pasien positif dapat terpusat di lokasi seperti di kawasan Hutan Waganama, Kapanewon Playen. Menurutnya dilokasi shelter para pasien dapat terjamin kebutuhan logistiknya.

“Harapan kami warga masyarakat yang isoman bisa menjalani ditempat yang disediakan, “ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty menjelaskan bahwa, pasien yang dinyatakan positif mencapai 987 orang pada Minggu (22/08/2021). Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding sebelumnya yakni sebanyak 1080.

“Bed Occupancy Rate (BOR) saat ini berada di angka 58,7 persen dimana yang menjalani isolaso terpusat terdapat sebanuak 7 orang,”ungkapnya.

Catatan Redaksi: Pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan tulisan dapat mengirimkan sanggahan atau koreksi (sesuai Pasal 1 ayat 11 & 12 UU Pers No. 40/1999) melalui email: [email protected]

Ditulis oleh

Fajar Risdiyanto adalah Redaktur Pelaksana sekaligus jurnalis KUPASS.com. Ia meliput beragam peristiwa, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat di Gunungkidul.

Tulisan lain dari Fajar Risdiyanto →