Beri Akses Kuliah Terjangkau, Universitas Muhammadiyah Klaten Buka Kelas S1 PAI di Gedangsari Gunungkidul

TANJUNGSARI (kupass.com) โ€“ Akses pendidikan tinggi yang fleksibel dan berbiaya terjangkau kini semakin dekat bagi masyarakat Bumi Handayani. Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) secara resmi membuka program perkuliahan Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Mahad Aly Al Muttaqiin, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.

Program kelas kemitraan ini dihadirkan sebagai wujud konkret pengabdian perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mengakselerasi peningkatan mutu sumber daya manusia, khususnya di bidang kependidikan Islam di wilayah Gunungkidul.

Skema perkuliahan ini diprioritaskan bagi para guru madrasah maupun sekolah umum yang hingga kini belum menuntaskan kualifikasi akademik sarjana (S1). Kendati demikian, program ini tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat umum dan lulusan SMA/SMK/MA sederajat yang berminat mendalami studi ilmu kependidikan Islam.

Kuliah Nyaman, Fleksibel, dan Dekat dengan Masyarakat

Perwakilan UMKLA, Ustadz Ratno, dalam agenda sosialisasi yang diselenggarakan di Gunungkidul memaparkan bahwa sinergi ini dirancang untuk menjawab kendala jarak tempuh dan efisiensi waktu yang kerap dihadapi warga Gunungkidul saat menempuh studi di luar daerah.

Melalui kerja sama strategis bersama Pondok Pesantren Al Muttaqiin di Gedangsari, proses perkuliahan didesain dengan ritme belajar yang ramah bagi para praktisi pengajar yang telah bekerja, tanpa menurunkan standar mutu akademik universitas.

Direktur Pondok Pesantren Al Muttaqiin Gedangsari, Ustadz Sriyanta, S.Pd., M.Pd., menyambut antusias kolaborasi dakwah pendidikan lintas wilayah ini. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini diharapkan melahirkan lulusan sarjana yang kompeten, responsif terhadap dinamika sosial, serta mampu menghadirkan solusi konkret di tengah umat.

“Kami menaruh harapan besar sinergi antara UMKLA dan Al Muttaqiin ini dapat menjawab aspirasi para guru di Gunungkidul yang belum menyandang gelar S1. Dengan format perkuliahan yang adaptif dan terjangkau, kami yakin para asatidz dan pendidik dapat menyelesaikan studi dengan lancar tanpa mengorbankan tugas mengajar mereka sehari-hari,” tutur Sriyanta.

Kuota Terbatas untuk 20 Mahasiswa

Sebagai tahap rintisan, kuota penerimaan mahasiswa baru program S1 PAI kemitraan UMKLA dan Al Muttaqiin ini dialokasikan sangat terbatas, yakni hanya untuk 20 orang peserta didik.

Pembatasan kuota ini sengaja diterapkan guna menjaga rasio belajar yang kondusif, interaktif, dan intensif. Para tenaga pendidik serta warga masyarakat diimbau segera memanfaatkan peluang emas ini sebelum batas kuota angkatan pertama terpenuhi.