Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia

Yogyakarta (kupass.com) – Berawal dari menyaksikan lakon Bagong di kanal youtube bersama sang ayah, Baihakki Nathan Khaizan (9 tahun) atau yang kerap disapa Khaizan mulai menyukai dunia pewayangan.

Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia - foto utama
Ilustrasi AI: Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia

Rangkuman Informasi Utama

Sang ayah yang berasal dari Dusun Dadapan, Petir, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul kemudian menangkap ketertarikan itu dengan memperkenalkan Khaizan kepada pegiat budaya Gunungkidul yang juga seorang dalang.

Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia - foto pendukung-2
Ilustrasi AI: Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia

Adalah Bayu Bharata dan Bambang Wijanarka pegiat seni wayang dan pedhalangan dari Gunungkidul yang menjadi tujuan Khaizan untuk menimba ilmu. Dibawah bimbingan Bapak Rustiyanta dari Dusun Kembang, Botodayakan, Rongkop.

Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia - foto pendukung-3
Ilustrasi AI: Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia

Khaizan mulai menyukai wayang sejak tahun 2024, kemudian semakin intens belajar mendalang sejak 4 bulan terakhir yang mengantarkannya meningikuti berbagai festival budaya khususnya dalang cilik dan berbagai macam perlombaan.

Khaizan yang saat ini belajar di SD Muhammadiyah Mlangi ini telah tampil sebagai dalang cilik diantaranya adalah pada Lomba Bocah Mayang Balai Budaya Minomartani Sleman,
Pementasan di pernikahan David – Yosi Dadapan Petir Rongkop Yogyakarta, tampil pada perayaan Pitulasan di Kampung Rocker KRSB (Komunitas Rocker Senin Bengi) dan Teras Masra.

Yang terbaru, Khaizan ikut serta meramaikan festival 100 dalang cilik yang pentas di sepanjang pedestrian Malioboro bersama Dinas Kebudayaan Propinsi DIY dalam event Seratus Dalang Seribu Wayang, bulan keistimewaan DIY, Manjing Ajur Ajer bulan Agustus lalu.

Orang tua Khaizan yakni Sigit Rudiantara dan Siti Fatimah sangat bersyukur karena sebagai gen alpha, Khaizan memiliki ketertarikan yang kuat pada akar budaya dan nilai-nilai pewayangan yang tentu saja tidak dimiliki oleh semua anak pada zaman ini.

"Antara senang, terharu dan bangga. Dari simbahnya mendalami kesenian Wayang Orang & Gamelan. Dari bapak berkesenian musik band dan ibu berkesenian teater sejak sekolah, secara tidak terduga anaknya mendalami dunia pewayangan" terang Siti.

Kedua orang tua Khaizan juga berharap semoga ke depan untuk mas Khaizan dan dunia perdalangan anak, hal ini tidak hanya menjadi hobi sesaat, tetapi konsisten sampai besok bisa terus belajar dan ikut mengembangkan dunia perdalangan.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan khaizan, bocah berdarah petir dan dampaknya bagi masyarakat.

Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia - foto pendukung-4
Ilustrasi AI: Khaizan, Bocah Berdarah Petir Jadi Dalang Di Usia Belia