KARANGMOJO (kupass.com) – Gelaran akbar Jambore Daerah Hizbul Wathan (HW) Penghela dan Pengenal tingkat SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Gunungkidul resmi bergulir di Bejiharjo Edupark, Kapanewon Karangmojo, pada 11–13 September 2026.
Guna menjamin kelancaran, keamanan fisik, dan mitigasi kesehatan ribuan anak selama perkemahan berlangsung, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB Gunungkidul) atau MDMC diterjunkan secara penuh sebagai garda depan penanganan medis darurat.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 20 personel relawan tanggap darurat, 4 unit armada ambulans, serta posko tenda medis lapangan didirikan langsung di area perkemahan. Persiapan logistik kesehatan ini telah dipersiapkan sejak Kamis malam (10/09/2026), mulai dari instalasi tabung oksigen medis, obat-obatan P3K lengkap, tandu darurat (stretcher), hingga peralatan evakuasi lapangan.
Kolaborasi Strategis Bersama RS PKU Muhammadiyah Wonosari
Langkah mitigasi kesehatan ini diperkuat melalui sinergi bersama tenaga medis profesional dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosari. Dokter dan perawat disiagakan bergantian di lokasi guna menangani kasus medis rujukan yang membutuhkan penanganan klinis lebih lanjut.

Kehadiran tim resiliensi bencana dalam kegiatan kepanduan berskala besar dinilai sangat krusial. Pasalnya, mayoritas peserta merupakan anak-anak usia sekolah dasar yang rentan terhadap kelelahan fisik, dehidrasi, sengatan panas, hingga cedera ringan saat mengikuti dinamika lapangan.
Personel relawan yang diterjunkan merupakan kader-kader terlatih dengan sertifikasi pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD) dan navigasi evakuasi kebencanaan.
Edisi Kedua di Bejiharjo Edupark Diikuti 1.300 Peserta
Pelaksanaan Jambore HW tingkat daerah di kawasan wisata Bejiharjo Edupark ini tercatat sebagai gelaran kali kedua, mengulang kesuksesan agenda serupa pada tahun 2025 lalu.
Tahun ini, antusiasme peserta melonjak drastis dengan kehadiran sekitar 1.300 pandu cilik dari seluruh perwakilan qobilah SD/MI Muhammadiyah se-Gunungkidul. Ribuan tenda tampak memadati area perkemahan sejak hari pertama pembukaan.
Mengingat padatnya aktivitas luar ruangan dan besarnya jumlah peserta cilik yang berkemah selama tiga hari, tim medis LRB dan PKU Muhammadiyah berkomitmen memberlakukan sistem piket siaga 24 jam nonstop untuk merespons setiap keluhan kesehatan secara cepat, taktis, dan terukur.
