International Conference ‘Aisyiyah Studies 2026 Sukses Digelar

Sleman (kupass.com) – Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) menjadi venue utama perhelatan international conference yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA).

Kronologi dan Kondisi Terkini

Puluhan peneliti di bidang sosial dan lingkungan hadir sebagai peserta dalam kegiatan kali ini. ‘Aisyiyah menghadirkan pembicara-pembicara dari berbagai kampus dunia pada pembukaan conference yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026 lalu.

International Conference 'Aisyiyah Studies 2026 Sukses Digelar - foto utama
Ilustrasi AI: International Conference ‘Aisyiyah Studies 2026 Sukses Digelar

Perempuan adalah agen perubahan dalam berbagai sektor, diantaranya adalah bagaimana mengentaskan kemiskinan, menghadapi konflik yang terjadi, melakukan mitigasi atas bencana serta berbagai bidang sosial kemasyatakatan.

Konferensi ini digunakan sebagai ruang untuk dialog, berdiskusi dan berbagi praktek baik untuk memastikan pembangunan peradaban yang berkelanjutan.

Begitu banyak problem kemanusiaan yang mengancam masyarakat kita, kondisi ini datang dengan beragam bentuk, seperti kemiskinan, ketidak adilan lingkungan, ketimpangan akses pendidikan dan kesehatan.

Isu kemiskinan yang kita hadapi saat ini menunjukkan bahwa 600 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrim di seluruh dunia.

Kesenjangan yang sangat luar biasa, ketidak adilan ekologis, serta melihat bahwa bumi sebagai objek telah melahirkan jurang yang teramat dalam antara si kaya dan si miskin.

Kini masyarakat memiliki ruang digital untuk kemudian bertumbuh menjadi media bagi kaum marginal untuk menyuarakan keresahannya, dan dakwah lintas batas menjadi gerak langkah Aisyiyah yang sepenuhnya berpihak kepada mereka yang membutuhkan.

‘Aisyiyah memiliki tiga visi gerakan yang sangat sesuai dengan kondisi saat ini, yakni berkembangnya islam berkemajuan, gerakan pencerahan yang membawa proses pembebasan dan kemajuan dalam kehidupan, serta berkembangnya perempuan sebagai bagian dari pembangun peradaban.

Dalam konferensi internasional kali ini ditekankan bahwa bumi adalah amanah yang keberadaannya bukan untuk dieksploitasi, kemampuan manusia untuk menghargai lingkungan harus terus ditumbuhkan.

"Perempuan berkemajuan memiliki sikap inklusif dan terbuka pada semua golongan. Perubahan tidak akan hadir tanpa upaya dan kerja keras, namun kitalah perubahan itu, dengan memperkuat soliditas dan kepemimpinan yang konstruktif serta memperhatikan lingkungan, mari berdiskusi dan melahirkan gagasan-gagasan strategis dalam konferensi kali ini" pungkas Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, S.Sos., M.Si dari PP ‘Aisyiyah dalam sambutannya.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan international conference ‘aisyiyah studies dan dampaknya bagi masyarakat.

International Conference 'Aisyiyah Studies 2026 Sukses Digelar - foto pendukung-2
Ilustrasi AI: International Conference ‘Aisyiyah Studies 2026 Sukses Digelar