Perdana, Pemkab Gunungkidul Libatkan KIM dalam Pertunjukan Rakyat untuk Diseminasi Informasi Publik

Gunungkidul (kupass.com) – Gunungkidul, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk pertama kalinya melibatkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) dalam penyelenggaraan Pertunjukan Rakyat (Pertunra) sebagai media diseminasi informasi publik. Kegiatan tersebut menggabungkan penyampaian pesan-pesan pembangunan dengan pendekatan seni dan budaya lokal.
Pada pelaksanaan perdana, tema yang diangkat meliputi penghematan energi, ketahanan pangan, dan pemanfaatan air.

Rangkuman Informasi Utama

Seluruh materi pertunjukan dikembangkan dari video konten yang sebelumnya diproduksi oleh KIM di berbagai wilayah Gunungkidul.
Selain menjadi media edukasi masyarakat, Pertunra juga menjadi tahapan akhir penilaian Lomba Video Konten KIM yang telah berlangsung sebelumnya.

Perdana, Pemkab Gunungkidul Libatkan KIM dalam Pertunjukan Rakyat untuk Diseminasi Informasi Publik - foto utama
Ilustrasi AI: Perdana, Pemkab Gunungkidul Libatkan KIM dalam Pertunjukan Rakyat untuk Diseminasi Informasi Publik

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan pendekatan budaya dinilai efektif untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendorong kreativitas masyarakat dalam menghasilkan konten informasi yang komunikatif sekaligus berakar pada kearifan lokal.

"Ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong kreativitas dan inovasi dalam memproduksi konten informasi publik yang komunikatif, edukatif, dan berbasis kearifan lokal," kata Sri Suhartanta saat membuka kegiatan.

Sri Suhartanta menilai konsep panggung yang mengambil latar pos ronda merepresentasikan ruang musyawarah masyarakat di pedesaan. Menurutnya, ruang-ruang seperti itu sejak lama menjadi tempat bertukar informasi sekaligus memperkuat hubungan sosial warga.

Ia membandingkan model komunikasi tersebut dengan era Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) yang pernah berkembang pada masa lalu. Kini, kata dia, penyampaian informasi publik telah bertransformasi melalui pemanfaatan media digital dan konten kreatif.

"Sekarang di era digitalisasi, cara menyampaikannya dipadu dengan media kreatif. Harapannya masyarakat mendapatkan informasi yang objektif, valid, dan terpercaya," ujarnya.

Sri Suhartanta menegaskan penyelenggaraan Pertunjukan Rakyat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk memperkuat komunikasi publik antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui peran aktif KIM.

Sebanyak delapan KIM mengikuti seluruh rangkaian lomba sebelum akhirnya tiga peserta terbaik lolos kurasi Forum KIM dan tampil pada malam puncak Pertunjukan Rakyat.

Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan empat aspek, yakni kesesuaian pesan dengan tema berbobot 40 persen, kreativitas dan nilai hiburan 30 persen, kualitas teknis penyajian 20 persen, serta unsur lokalitas sebesar 10 persen.

Hasil penilaian menetapkan KIM Kalangan I sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih KIM Peka Glidag dari Kapanewon Playen, sedangkan juara ketiga diraih KIM Garda Nglebak.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Gunungkidul, Didik Handoko, mengapresiasi kualitas penampilan seluruh peserta pada ajang perdana tersebut. Menurut dia, masing-masing kelompok menampilkan karakter yang berbeda.
"KIM Peka Glidag memiliki musik pembuka dan properti yang kuat. KIM Garda Nglebak menghadirkan kesenian yang harmonis. Sementara KIM Kalangan menunjukkan kualitas akting yang sangat baik," kata Didik.

Meski demikian, Diskominfo mencatat sejumlah evaluasi teknis untuk penyelenggaraan berikutnya. Beberapa di antaranya terkait penggunaan mikrofon, penataan posisi pemain agar tidak membelakangi penonton, serta penguatan unsur lokalitas Gunungkidul agar semakin menonjol dalam setiap pertunjukan.

Melalui penyelenggaraan perdana ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap KIM tidak hanya menjadi penyebar informasi di ruang digital, tetapi juga mampu menghadirkan komunikasi publik yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan seni, budaya, dan kearifan lokal.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan perdana, pemkab gunungkidul libatkan dan dampaknya bagi masyarakat.