Wonosari (kupass.com) – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul bersama dengan stake holder terkait menyelenggarakan launching program kurban untuk mengatasi stunting bagi balita dan anak dibawah dua tahun pada hari Jumaat, 19 Juni 2026 di Ruang Handayani, Setda Gunungkidul.
Dinamika dan Respons Publik
Kemenag bersama dengan organisasi keagamaan dan Bank Syariah Indonesia (BSI) cabanh Wonosari bersinergi dan berkolaborasi membuat inovasi dalam penyaluran daging kurban secara modern dan tepat sasaran.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2025 ini mendapat sambutan baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat, terutama penerima manfaat program.
Kakankemenag Gunungkidul, Dr. H Mukotip, S.Ag., M.Pd.I menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dan berkomitmen untuk mewujudkan generasi bebas stunting.
"Program ini merupakan contoh kolaborasi yang baik, dari stake holder dan bersama-sama dengan pemerintah menjadi kekuatan utama untuk menghasapi stunting" terang Mukotip.
Stunting yang menjadi permasalahan utama ini membutuhkan langkah nyata, karena akan mempengaruhi kelanjutan generasi yang akan datang.
Program ini merupakan sebuah inovasi yang mengintegrasikan nilai ibadah dan nilau sosial yakni pemanfaatan daging kurban yang diolah dan disalurkan kepada yang berhak serta memiliki waktu penyimpanan yang panjang.
Ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang mengajarkan kepedulian dengan berbagi kepada sesama, Kakankemenag juga berharap agar program ini dapat menjadi pemantik untuk lahirnya program-program lain yang akan mendorong kemajuan bagi Gunungkidul.
Pada kesempatan ini Kakankemenag juga mengajak kepada seluruh stake holder untuk terus berkolaborasi, bersinergi dan bersama-sama membangun Gunungkidul.
Hadir pada kegiatan ini, Staf ahli bupati bidang perekonomian, Ibu Wibawati Wulandari, S.P, anggota Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Manager area BSI cabang Wonosari, PDM Gunungkidul, PCNU, ‘Aisyiyah, Muslimat, Dewan Masjid Indonesia, serta organisasi masyarakat lainnya.
program ini meneguhkan komitmen pemerintah bersama stake holder terkait kepada masyarakat dan kemanusiaan, serta wujud dari upaya untuk menuju Indonesia Emas.
Mengapa Ini Penting
Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan ribuan kaleng daging kurban dan dampaknya bagi masyarakat.
