RONGKOP (kupass.com) – Momentum penuh haru dan sejarah baru saja terukir di Kapanewon Rongkop. Ratusan warga Kalurahan Melikan kembali melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha secara terpusat di Lapangan Tambaksari, Melikan, pada Rabu pagi (27/05/2026).
Pelaksanaan ibadah ini menjadi sangat monumental lantaran Lapangan Tambaksari terakhir kali digunakan sebagai lokasi sholat hari raya pada era tahun 1980-an silam. Hal ini berarti, warga setempat telah menanti hampir setengah abad atau sekitar 40 tahun lamanya untuk bisa kembali bersujud bersama di lapangan tersebut.
Kebangkitan syiar Islam ini berhasil terwujud berkat inisiasi dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM Melikan) yang bekerja sama secara solid dengan PRM Kotagede, Yogyakarta. Kedua belah pihak bersinergi menghidupkan kembali tradisi sholat Id di lapangan terbuka pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini.
Dihadiri Ratusan Jamaah Lintas Padukuhan
Bertindak selaku imam sekaligus khatib pada pelaksanaan Sholat Idul Adha kali ini adalah Ustadz H. Nur Arman, S.TP., M.M. Kehadiran figur ulama tersebut menambah kekhidmatan jalannya ibadah di bawah langit Rongkop yang cerah.
Berdasarkan data dari panitia di lapangan, jamaah yang memadati Lapangan Tambaksari pagi ini datang berbondong-bondong dari lima padukuhan sekitar. Kelima wilayah tersebut meliputi Padukuhan Tambak, Ngricik, Dondong, Ngampiran, dan Kembang, dengan total estimasi jamaah yang hadir mencapai lebih dari 500 orang.
Untuk menambah semarak dan antusiasme warga, panitia dari PRM Melikan juga menyediakan kejutan doorprize yang terbilang sangat istimewa. Hadiah yang dibagikan kepada jamaah yang beruntung berupa 4 ekor kambing hidup serta 6 dus mi instan.
Komitmen Syiar Islam dan Program Unggulan PDM
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Melikan, Subandiyana, S.I.P., mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas kelancaran acara ini, terlebih dukungan cuaca pagi yang sangat bersahabat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur sekali tahun ini akhirnya dapat menyelenggarakan sholat hari raya kembali di Lapangan Tambaksari setelah sekian lama vakum. Selama ini, jamaah biasanya melaksanakan sholat hari raya terpecah-pecah di masjid padukuhan masing-masing,” ungkap Subandiyana dengan wajah sumringah.
Lebih lanjut, Subandiyana memaparkan bahwa masyarakat menyambut sangat baik kebijakan pengaktifan kembali lapangan ini. Ke depan, pihak PHBI dan Muhammadiyah berkomitmen akan terus mengoptimalkan Lapangan Tambaksari sebagai pusat syiar Islam, termasuk sebagai lokasi kajian akbar lintas sektoral dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Langkah progresif ini juga menjadi bagian dari persiapan internal organisasi. Saat ini, PRM Melikan tengah berbenah dan bersiap-siap untuk menjadi salah satu ranting percontohan yang akan mengikuti program Sapa Ranting dan Pijar Ranting—sebuah gerakan akselerasi dakwah akar rumput yang sedang digalakkan secara masif oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul.
