Cetak Guru PAUD Tangguh Bencana, LLHPB PWA DIY dan UMY Siapkan Generasi Sadar Lingkungan Sejak Dini

SLEMAN (kupass.com) – Langkah strategis dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan anak usia dini terus digencarkan. LLHPB PWA DIY (Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta) resmi bermitra dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk menyelenggarakan edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Agenda yang menyasar puluhan guru PAUD ‘Aisyiyah se-Kapanewon Pakem ini digelar di kompleks TK ABA Candi Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada 25 April 2026 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 50 guru PAUD ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Majelis PAUD Dasmen PCA Pakem serta Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Pakem.

Program edukasi kebencanaan ini dikemas dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin langsung oleh pakar akademisi dari UMY, Dr. Azizah Khoiriyati, Ns., M.Kep. Kemitraan taktis ini bertujuan kuat untuk memperkokoh pondasi budaya sadar bencana di lingkungan sekolah anak usia dini.

Urgensi Mengenalkan Budaya Siaga Bencana Sejak Dini

Dalam pidato sambutannya, Dr. Azizah Khoiriyati menekankan bahwa pengenalan materi kebencanaan idealnya diberikan kepada anak-anak sejak usia sedini mungkin. Hal ini penting agar karakter tanggap dan siaga bencana dapat tertanam kuat dan menyatu ke dalam pola kehidupan mereka sehari-hari.

“Lembaga PAUD memiliki posisi dan peran yang sangat krusial dalam membangun ekosistem sadar bencana. Guru tidak hanya bertindak mendampingi proses belajar anak secara akademik, tetapi juga wajib berdiri sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta tangguh dalam menghadapi risiko bencana,” urai Azizah.

Seperti yang diketahui, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang memiliki peta potensi bencana alam yang cukup kompleks, mulai dari ancaman erupsi gunung api, gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Kondisi geografis tersebut menjadikan kesiapsiagaan di tingkat satuan pendidikan, termasuk jenjang PAUD, sebagai kebutuhan mutlak demi menjamin keselamatan seluruh warga sekolah.

Simulasi Praktis Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul

Selama pelaksanaan program, jalannya kegiatan berlangsung secara interaktif dan dinamis. Panitia mengombinasikan penyampaian materi teori, ruang diskusi kelompok, hingga praktik simulasi sederhana mengenai tata cara kesiapsiagaan bencana langsung di lingkungan sekolah.

Para peserta yang merupakan tenaga pendidik ini dibekali pemahaman mendalam mengenai teknis penyusunan jalur evakuasi yang efektif, penentuan titik kumpul darurat yang aman, serta standar prosedur penyelamatan anak-anak saat terjadi situasi keadaan darurat (kontingensi).

Hadir pula memberikan dukungan penuh dalam agenda ini di antaranya perwakilan Majelis PAUD Dasmen PCA Pakem, Ketua IGABA Pakem, serta jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Purwobinangun.

Pihak LLHPB PWA DIY menilai bahwa jalinan kolaborasi bersama perguruan tinggi seperti UMY merupakan langkah taktis dalam mendongkrak kapasitas pendidik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru PAUD ‘Aisyiyah di wilayah Pakem mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip SPAB secara konsisten agar tercipta lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan responsif terhadap kebencanaan.