PACITAN (kupass.com) – Pacitan, sebuah kabupaten kecil yang terletak di pesisir selatan Pulau Jawa, seolah tidak pernah kehabisan surga wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya memiliki deretan pantai eksotis yang masih perawan, di Pacitan juga terdapat primadona wisata air yang sudah eksis sejak tahun 2014.
Destinasi tersebut adalah Sungai Maron Pacitan. Terletak di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, sungai ini menawarkan pesona susur sungai dengan lintasan hampir mencapai 4,5 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan pulang-pergi.

Wisata naik perahu di Sungai Maron diawali dengan keberangkatan dari dermaga khusus yang telah disediakan warga. Perahu kemudian akan membawa wisatawan menyusuri aliran sungai yang bermuara langsung di Pantai Ngiroboyo.
Menikmati Suasana “Amazon” Lokal yang Asri
Sepanjang perjalanan menempuh jarak sekitar satu jam dengan perahu berkapasitas 4 penumpang ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang memukau. Perahu berjalan pelan menyusuri sungai yang kerap dijuluki sebagai “Sungai Amazon” versi lokal.
Aliran Sungai Maron sendiri terbilang cukup dalam, yakni mencapai lebih dari 20 meter, namun menyajikan pesona warna air yang jernih dan kehijauan. Di sisi kanan dan kiri sungai, mata pengunjung akan dimanjakan dengan rimbunnya barisan pohon kelapa serta hamparan lahan pertanian milik warga setempat.
Faktanya, jauh sebelum dikenal sebagai objek wisata hits, warga Desa Dersono memang telah menggunakan perahu di sungai ini sebagai alat transportasi utama menuju sawah atau ladang mereka yang membentang di pinggiran sungai.
Fasilitas Lengkap dan Tiket Super Murah
Salah satu operator perahu wisata Sungai Maron, Bapak Kemi, menuturkan bahwa saat ini terdapat sekitar 130 unit perahu warga yang beroperasi di kawasan tersebut. Setiap harinya, ada sekitar 30-an perahu yang bergantian mengantarkan wisatawan untuk menikmati keasrian perjalanan wisata air ini.

Harganya pun sangat terjangkau. Hanya dengan merogoh kocek untuk tiket sebesar Rp25 ribu saja per orang, pengunjung sudah bisa menjelajah Sungai Maron dan menikmati pemandangan alam menuju pantai secara aman dengan fasilitas rompi pelampung (life jacket).
“Untuk satu perahu bisa membawa 4 orang penumpang. Ini kami batasi demi kenyamanan dan keselamatan, baik untuk wisatawan maupun operator. Kondisi sungai biasanya sangat ramai pengunjung kalau memasuki hari Sabtu dan Minggu,” ungkap Kemi.
Sebagai penyempurna perjalanan, seusai melakukan wisata susur sungai, pengunjung juga dapat berburu aneka buah tangan khas Pacitan. Di sekitar lokasi wisata, warga menjajakan oleh-oleh tradisional seperti blondo dan minyak kelapa murni yang sayang untuk dilewatkan.
