Masjid Sering Sepi Saat Subuh? Kajian di Masjid Gedhe Kauman Ungkap Peran Vital Takmir dan Ayah

“Lebih baik dipaksa masuk surga daripada sukarela masuk neraka,” menjadi prinsip utama dalam mengajak keluarga memakmurkan masjid.

YOGYAKARTA (kupass.com) – Fenomena masjid yang sepi, terutama saat salat Subuh, menjadi keprihatinan bersama. Sering dijumpai rata-rata jamaah hanya 30 orang, dan ironisnya, banyak bapak-bapak yang rajin ke masjid namun anak-anak di rumah justru tidak ikut salat.

Menjawab kegelisahan ini, kajian bakda Subuh di Serambi Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, pada Sabtu (8/11/2025), membahas tuntas mengenai “Gerakan Memakmurkan Masjid”.

Siapa yang Sejatinya Memakmurkan Masjid?

Penceramah, Drs. Jamaluddin Ahmad, S.Spi., menjelaskan bahwa Allah SWT telah menegaskan siapa yang berhak memakmurkan masjid-Nya:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At-Taubah: 18)

Berdasarkan ayat ini, “pemakmur masjid” mencakup tiga kelompok:

  1. Pengurus Masjid (Takmir)
  2. Jamaah Masjid
  3. Donatur (Orang yang memberi bantuan, meski tidak tinggal di sekitar masjid)

Peran Sentral Takmir: Jangan Hanya Menyuruh, Tapi Lakukan!

Gerakan memakmurkan masjid harus dimulai dari para pengelolanya. Takmir tidak bisa hanya menyuruh, tetapi harus menjadi teladan utama.

  • Keseriusan: Pengelolaan masjid harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
  • Keteladanan: Pengurus harian dan takmir masjid wajib ikut salat berjamaah di masjid yang ia urus.
  • Regenerasi: Kepengurusan harian masjid sebaiknya dikelola oleh para pemuda agar lebih energik dan inovatif.
  • Fasilitas yang Melayani: Masjid harus “dimakmurkan” (dibuat nyaman) agar jamaah betah. Ini meliputi fasilitas dasar seperti kamar mandi yang bersih dan wangi, karpet yang terawat, hingga penyediaan tempat istirahat bagi musafir.

Kewajiban Ayah: Pelopor di Tengah Keluarga

Masalah utama masjid sepi saat Subuh seringkali berawal dari rumah. Seorang bapak yang rajin ke masjid namun gagal mengajak anak-anaknya, berarti belum tuntas dalam menunaikan kewajibannya.

Allah SWT berfirman:

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan sabar dalam mengerjakannya…” (Q.S. Taha: 132)

Perintah ini bertujuan mulia, yaitu untuk menyelamatkan keluarga dari api neraka, sebagaimana firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (Q.S. At-Tahrim: 6).

Seorang ayah harus menjadi pelopor dan meniru doa Nabi Ibrahim AS:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Q.S. Ibrahim: 40)

Prinsip Mendidik: “Dipaksa Masuk Surga”

Dalam mengajak keluarga, khususnya anak-anak, untuk salat berjamaah di masjid, diperlukan ketegasan yang dilandasi kasih sayang. Prinsip yang harus ditanamkan adalah:

“IKHLAS ATAU TERPAKSA, YANG PENTING SHALAT KE MASJID.”

Kajian ini ditutup dengan sebuah kalimat tegas yang menyentak: “LEBIH BAIK DIPAKSA MASUK SURGA DARIPADA SUKARELA MASUK NERAKA.”