Rangkaian HUT Gunungkidul Ke 195, Ratusan Hewan Ternak Unjuk Gigi di Pasar Siyono Harjo

mPlayen, (kupass.com)—Sebanyak ratusan peternak dari berbagai wilayah DIY unjuk gigi untuk meramaikan Kontes Ternak Kabupaten Gunungkidul Piala Keistimewaan 2025 yang digelar di Pasar Hewan Siono Harjo pada Sabtu (27/09/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Gunungkidul sekaligus peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional, Bulan Bakti Peternakan, serta Hari Rabies Sedunia.

Disampaikan oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bahwa, kontes ternak tahun ini dibiayai dari Dana Keistimewaan (DAIS) DIY 2025. Kegiatan ini bukan sekadar lomba namun juga sarana edukasi, silaturahmi, dan motivasi bagi peternak.

“Gunungkidul punya potensi besar di sektor peternakan, khususnya sapi Peranakan Ongole (PO), kambing, dan domba. Melalui kontes ini, peternak bisa menampilkan ternak terbaiknya sekaligus belajar meningkatkan kualitas genetik, pola pemeliharaan, dan biosekuriti. Yang belum juara jangan menyerah, rawat dan beri asupan terbaik agar di kontes berikutnya bisa jadi pemenang,” kata Bupati.

Sementara itu Paniradya Pati DIY Aris Eko Nugroho menambahkan, pelaksanaan kontes dengan dukungan DAIS selaras dengan filosofi keistimewaan “memayu Hayuning Bawono” yang berarti mengupayakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan hidup bagi diri sendiri, sesama manusia, serta menjaga keharmonisan alam semesta

“Ini cara kami membawa roh keistimewaan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya menjaga regenerasi sapi PO. Kita ingin Gunungkidul menjadi gudang ternak, khususnya sapi peranakan ongole yang kualitasnya luar biasa,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari menjelaskan, kontes digelar dua hari. Hari pertama khusus untuk sapi PO, sedangkan hari kedua untuk kambing PE ras Kaligesing dan domba lokal.

“Kontes ini sekaligus menegaskan penetapan Gunungkidul, terutama Playen dan Wonosari, sebagai wilayah sumber bibit sapi PO sejak 2015. Bahkan pada 2018, sapi PO ditetapkan sebagai produk unggulan daerah dengan julukan Si Putih Mutiara atau sapi putih mutu tiada tara,”kata dia.

Dalam ajang ini, peserta memperebutkan Piala Keistimewaan DIY serta uang pembinaan untuk juara I, II, dan III di setiap kelas.

Adapun para juara kelas Sapi PO Ekstrim tahun ini antara lain:

Juara I : sapi Putrajaya milik Mardiyanto, Besari, Wonosari dengan bobot 1.090 kg.

Juara II : sapi Sekargadung milik Ariwibowo, Wonolero, Pleret, Bantul dengan bobot 925 kg.

Juara III : sapi Sapu Rata milik Ibnu Istanto, Ngleri, Playen dengan bobot 919 kg.

Selain kontes ternak, acara juga dirangkai dengan vaksinasi rabies untuk hewan kesayangan seperti anjing dan kucing. Sebanyak 840 dosis vaksin disiapkan, baik di lokasi kontes maupun di enam UPT Puskeswan Gunungkidul.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyerahkan kompensasi bagi peternak yang kehilangan ternaknya akibat penyakit menular, sesuai Perbup Nomor 10 Tahun 2025. Total lima peternak menerima bantuan dengan nilai antara Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta.

Dalam kesempatan tersebut, pemenang Lomba Gerakan Bersih Kandang (GBK) juga diumumkan. Dukuh Susukan II, Genjahan, Ponjong dinobatkan sebagai juara I, disusul Dukuh Sendang, Dadapayu, Semanu sebagai juara II, dan Dukuh Petoyan, Giritirto, Purwosari sebagai juara III.