Wonosari, (kupass.com)–Bupati Gunungkidul Sunaryanta menghimbau kepada warga masyarakat yang mempunyai ternak agar tidak panik terkait merebaknya kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Pemerintah saat ini belum berencana menerapkan penutupan pasar hewan meskipun diketahui banyak hewan ternak khususnya sapi mati terkena PMK.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat ini masih melakukan peninjauan kedepan terkait perkembangan kasus PMK di lapangan. Pemerintah pun menegaskan akan siap bila pun penutupan pasar nantinya dilakukan.
“Kita akan lihat status daruratnya seperti apa, untung dan ruginya. Jika memang nanti harus status darurat kita buat, tetapi untuk saat sekarang saya rasa belum,”kata Sunaryanta.
Penutupan pasar hewan seperti di Siyono dan Munggi disebut Sunaryanta akan berdampak sangat luas meskipun saat ini diketahui bahwa dua wilayah yang berbatasan dengan Gunungkidul yakni Bantul dan Wonogiri telah melakukan penutupan lalu lintas ternak.
“Kami menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik, tapi tetap waspada karena sebelumnya kita juga bisa melaluinya.
Dari data Dinas Peternakan Kabupaten Gunungkidul bahwa saat ini data kasus PMK di sejak bulan Desember 2204- 5 Januari 2025 mencapai 893 kasus ternak sapi terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut sebanyak 63 ternak mati.
