Gunungkidul. Setelah viral di berbagai platform media masa mengenai Calon Paskibraka ( capaska ) yang dikukuhkan di Ibukota Nusantara atau IKN melepas jilbabnya, jagat media sosial pun menjadi ramai.
Berawal dari postingan Facebook salah satu eks Pembina Capaska, Irwan Indra mengenai kekagetannya melihat pada saat pengukuhan Paskibraka di IKN tidak ada satupun capaska putri yang mengenakan jilbab, padahal dalam unggahan Instagram Purna Paskibraka Indonesia (PPI) jelas terlihat ada 18 capaska putri yang setiap harinya mengenakan jilbab pada saat latihan.
Kemudian unggahan itupun meluas dan mendapat respon dari masyarakat serta telah dibagikan ratusan kali oleh pengguna Facebook.
Banyak pihak menyayangkan bahkan mengecam keputusan Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP) yang sejak tahun 2022 menaungi pelatihan Capaska Istana Negara setelah sebelumnya di bawah Kementrian Pemuda dan Olahraga.
Ada 18 orang Calon Paskibraka putri yang diketahui mengenakan jilbab dalam kegiatannya, tiba-tiba melepas jilbab pada saat dikukuhkan. Hal ini tentu berbuntut panjang dan memantik kemarahan masyarakat terutama umat muslim.
Bagaimana dengan calon Paskibraka di Kabupaten Gunungkidul? Menurut kepala Kesbangpol Gunungkidul Johan Eko mengatakan via WhatsApp bahwa untuk Kabupaten Gunungkidul, pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka yang akan melaksanakan tugas pada 17 Agustus nanti tetap seperti biasa, tidak ada perubahan apapun dan tidak terpengaruh dengan yang saat ini terjadi di IKN.
“Untuk Gunungkidul tetap berjalan seperti biasa, yang mengenakan jilbab tetap bisa memakai jilbab” terang Johan.
Sampai saat ini calon Paskibraka tetap berlatih dan mempersiapkan diri untuk tampil bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang akan digelar di lapangan Pemda Gunungkidul.
