Bahagia Itu Mudah

Jaman dahulu di sebuah dusun. Tinggal seorang tetua masyarakat yang selalu menjadi Inspirasi masyarakat lainnya. Sebut saja namanya Mbah Rani. Penampilannya sederhana. Tak pernah neko-neko

Ada yang Unik dari penampilan Mbah Rani. Beliau selalu membawa botol berisi Air dan 2 Gelas. Hal itu beliau lakukan sejak Mbah Rani menginjak usia dewasa hingga Mbah Rani berusia senja

Suatu saat seorang Pemuda bertanya kepada Mbah Rani

“Mbah..mbah Rani selalu membawa botol berisi air dan Gelas, apa maksudnya mbah”

Mbah Rani dengan lembut dan senyumnya yang khas menjawan dengan bijak

“Cuuu…botol dan gelas ini hanya sekedar pengingat bagi saya saja. Barangkali saya lupa. Sebab biasanya pada saat tertentu,manusia sering lupa”

Pemuda itu blenk dan masih terdiam. Tak paham apa yang di maksud Mbah Rani

Rupanya Mbah Rani paham kalau Pemuda itu pikirannya blank. Sambil tersenyum

“Gini Cuuu…sebotol air ini ibaratnya hidup embah, sedangkan gelas pertama ini adalah embah dan keluarga embah. Sedangkan gelas yang satunya adalah Orang lain”

“Begini, gelas ini saya penuhi. Lalu saya minum. Sedangkan gelas yang satu ini kuberikan kepada orang lain”

“Artinyaaaa…kupenuhi kebahagiaanku dan keluargaku dahulu kemudian aku penuhi kebutuhan orang lain”

“Embah harus adil juga, tak boleh embah menelantarkan keluarga embah, lalu embah membahagiakan orang lain”

“Begitu juga embah tak mau hanya memikirkan diri sendiri dan keluarga. Tanpa berfikir kebahagiaan orang lain”

“Hal yang paling indah dan bahagia bagi embah adalah ketika embah bisa membahagiakan keluarga dan Orang lain”

“Dulu embah sering lupa, makanya sekarang embah kemanapun selalu membawa sebotol air dan 2 gelas kosong”

Semoga kopi Anda senikmat kopiku

jangan lupa bahagia