Bupati Gunungkidul dalam sambutannya tekankan pentingnya kemandirian organisasi untuk melejitkan potensi PAUD ‘Aisyiyah menuju generasi berkemajuan.
WONOSARI (kupass.com) – Lebih dari 4.000 guru TK dan PAUD ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta memeriahkan peringatan Milad ke-28 IGABA. Acara yang dipusatkan di Lapangan Ksatrian Kodim 0730/Gunungkidul pada Rabu (22/10/2025) ini berlangsung semarak dengan upacara khidmat dan lomba defile antar kabupaten/kota.
Peringatan ini menjadi penanda langkah maju IGABA dalam memperkuat kemandirian organisasi para pendidik di lingkungan ‘Aisyiyah.

Tuan Rumah Berjaya: Gunungkidul Sabet Juara Pertama Lomba Defile
Salah satu puncak kemeriahan acara adalah lomba defile, di mana setiap kontingen menampilkan koreografi khas daerahnya. Kontingen tuan rumah, Kabupaten Gunungkidul, berhasil keluar sebagai Juara Pertama. Mereka tampil memukau dengan formasi 250 personil yang membawakan “Koreografi Bumi Handayani”.
Pesan Kemandirian untuk Generasi Berkemajuan
Hadir mewakili Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Pendidikan, Nunuk Setyowati, S.Pd., MM., membacakan sambutan yang sarat akan pesan motivasi. Ia menegaskan bahwa tema milad kali ini, “Membangun Kemandirian IGABA dalam Melejitkan Potensi PAUD ‘Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan”, bukanlah sekadar slogan.

“Slogan ini adalah panggilan jiwa untuk berbenah dan berinovasi. Kemandirian adalah nafas untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas,” ujar Nunuk membacakan sambutan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengajak seluruh unsur IGABA untuk terus memperkuat organisasi melalui pengelolaan yang profesional, berinovasi menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, dan menjadi motor penggerak untuk melejitkan potensi anak didik. Mengutip pesan Ir. Soekarno, “Ilmu tanpa agama akan lumpuh, sedangkan agama tanpa ilmu akan menjadi buta,” sambutan tersebut menekankan pentingnya membangun generasi yang memiliki intelektualitas tinggi beriringan dengan kekuatan spiritual.
Penutup Spektakuler Tari Bumi Handayani
Acara ditutup dengan penampilan spektakuler dari 250 guru PAUD se-Kabupaten Gunungkidul yang membawakan tarian kreasi “Bumi Handayani”. Penampilan ini menjadi simbol kekompakan dan semangat tuan rumah dalam menyukseskan perhelatan akbar para pendidik ‘Aisyiyah se-DIY.
