Pantai Jungwok Bakal Dibangun Resort Mirip Santorini di Negara Yunani

Potong Tumpeng Pembangunan Jungwok Ocean Blue
Potong Tumpeng Pembangunan Jungwok Ocean Blue

Girisubo, (kupass.com)–
Kawasan Pantai Jungwok, Kalurahan Jepitu Girisubo, Gunungkidul bakal dibangun resort mirip Santorini yang berada di negara Yunani. Resort bernama Jungwok Ocean Blue yang dibangun oleh PT Samudera Wisata Sentosa ini ditargetkan akan beroperasi sebelum liburan Hari Raya Idul Fitri tahun 2023 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh General Manager PT Samudra Wisata Sentosa Fitriyadi. Destinasi ini disebutnya ditargetkan akan menggaet wisatawan dari luar negeri. Menurut Fitriyadi saat ini memang banyak destinasi mirip Santorini yang dikembangkan dibeberapa wilayah di Indonesia. Namun demikian untuk Gunungkidul lokasi akan berbeda lantaran berada ditepi pantai.

“Konsep Santorini akan kita padukan dengan konsep bangunan khas kraton Yogyakarta. Nantinya jika berfoto disini dan di Santorini yang asli tidak bisa dibedakan karena pembuatanya sangat mirip,”katanya, Jumat (30/12/2022).

Konsep destinasi wisata ini akan berbeda dengan destinasi lain. Pengelola akan membangun play ground atau taman bermain, untuk anak-anak agar wisatawan yang membawa anak lebih betah.

“Spot foto dan taman bermain semuanya free, all in hanya dari harga tiket masuk. Bangunan Santorini ini semuanya menjadi spot foto karena bangunanya yang estetik,”terangnya.

Tidak hanya wisatawan lokal, konsep ini disebut bajal menarik perhatian turis manca negara. Turis yang selama ini banyak berkunjung ke Pantai Timang diprediksi akan bergeser ke kawasan Pantai Jungwok.

“Kita mengambil potensi dari Pantai Timang. Dari sana ke Jungwok kan tidak jauh hanya sekitar 15 menit. Wisatawan akan kita upayakan bergeser ke sini,”terangnya.

Sementara Komisaris PT Samudra Wisata Sentosa Iwani Permata mengatakan, pembangunan Jungwok Blue Ocean akan rampung 6-7 bulan kedepan. Pihaknya mengaku akan merangkul dan melibatkan seluruh masyarakat setempat baik untuk potensi UMKM dan perekrutan pegawai.

“Tenaga kerja, Bumdes, pemberdayaan umkm akan kita lakukan melibatkan kurang lebih 80 persen warga lokal,” paparnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta ditemui ditempat bersama berujar bahwa Pemda membuka seluas-luasnya investor yang akan berinvestasi di Gunungkidul. Namun bupati meminta untuk memperhatikan masyarakat lokal.

“Untuk perijinan segera diselesaikan, sehingga jangan ada masalah di kemudian hari. Isu lingkungan dan apapun yang masuk dalam perijinan,”terang Sunaryanta.

Bupati menegaskan, investasi ini diharapkan dapat menjadi spot baru pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul. Orang nomor satu di Gunungkidul itu juga meminta investor berkomunikasi baik dengan warga lokal.

“Kita minta ada keseimbangan, jangan merugikan masyarakat dan jangan juga memberatkan investor semua harus balance,”imbuhnya.

Dalam kesempatan itu bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak gampang menjual aset. Mengingat perkembangan Gunungkidul yang sangat cepat .

“Ketika JJLS dan Exit Tol nanti sudah terkoneksi Gunungkidul akan menjadi pusat tujuan wisata. Jadi masyarakat tolong bersabar dan menyiapkan diri,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *