Dengan inovasi “SaBar De”, produk sagon bar berlapis cokelat ini sukses mengangkat pangan lokal Gunungkidul ke level yang lebih tinggi dan memenangkan kompetisi FIKSI di Yogyakarta.
YOGYAKARTA – Di tangan dua siswi kreatif asal SMK N 1 Girisubo, Gunungkidul, panganan lokal seperti tepung thiwul dan kacang gude berhasil “naik kelas”. Inovasi mereka, “SaBar De”, sebuah camilan sehat berbentuk bar, sukses mengantarkan mereka menjadi juara dalam ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa (FIKSI) tingkat nasional yang baru saja digelar di Yogyakarta.

Prestasi ini membuktikan bahwa bahan pangan tradisional memiliki potensi besar jika diolah dengan sentuhan kreativitas modern.
“SaBar De”: Inovasi dari Dapur Riset Siswa
Produk yang mencuri perhatian para juri ini memiliki nama unik, “SaBar De”, yang merupakan akronim dari Sagon Bar Kacang Gude. Sesuai namanya, produk ini mengubah panganan yang sudah akrab bagi warga Gunungkidul menjadi bentuk baru yang lebih modern.
- Bahan Utama: Menggunakan tepung thiwul (tepung singkong) sebagai bahan dasar, yang biasanya menjadi makanan pokok, kini diolah menjadi camilan bergizi.
- Nilai Tambah: Dipadukan dengan kacang gude, sejenis biji-bijian kaya protein dan serat yang umumnya hanya diolah menjadi sayur atau lauk tradisional seperti bothok dan tempe.
- Sentuhan Modern: Adonan ini diperkaya dengan kelapa untuk memberikan rasa gurih dan aroma khas, lalu dibentuk menjadi bar praktis dan dilapisi cokelat lezat yang menggugah selera.
Hasilnya adalah perpaduan unik antara cita rasa tradisional yang otentik dengan tampilan dan rasa kekinian yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Di Balik Kerja Keras Adiva dan Norita

Inovasi gemilang ini adalah buah dari kerja keras dan ketekunan Adiva Nabil Reffalina dan Norita Vindasari. Selama dua bulan, kedua siswi ini melakukan riset mendalam untuk menyempurnakan produk mereka.
Proses tersebut tidak main-main, mereka melalui berbagai tahapan penting, termasuk melakukan analisis gizi untuk memastikan produknya sehat dan uji kelayakan konsumsi untuk menjamin kualitas dan keamanannya.
Harapan untuk Pangan Lokal dan Generasi Muda
Kemenangan ini tidak membuat Adiva dan Norita cepat berpuas diri. Mereka berharap produk “SaBar De” ini dapat terus dikembangkan hingga bisa diproduksi secara massal di kemudian hari.
“Harapannya produk ini bisa bermanfaat bagi konsumen, dan juga bagi masyarakat Gunungkidul yang memiliki bahan baku melimpah,” ujar mereka.
Keduanya juga menitipkan pesan inspiratif bagi teman-teman pelajar di seluruh Indonesia agar tidak pernah berhenti berkarya dan berani mencoba hal-hal baru. Prestasi mereka adalah bukti nyata bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja, bahkan dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita.
