Tangan Dingin Mustaghfiri Asykar: Guru Bahasa Arab yang Antarkan SMP Al Mujahidin Jadi Juara Umum Silat

Kecintaannya pada Tapak Suci sejak kecil kini berbuah manis, melahirkan puluhan atlet berprestasi dari berbagai sekolah di Gunungkidul.

PLAYEN (kupass.com) – Di balik kesuksesan kontingen SMP Muhammadiyah Al Mujahidin yang meraih podium tertinggi dalam Kejuaraan Pencak Silat Usia Dini dan Pra Remaja IPSI Gunungkidul lalu, ada sosok pelatih muda bertangan dingin: Mustaghfiri Asykar As Shidiq.

Mustaghfiri Asykar: Guru Bahasa Arab yang Antarkan SMP Al Mujahidin Jadi Juara Umum Silat
Mustaghfiri Asykar: Guru Bahasa Arab yang Antarkan SMP Al Mujahidin Jadi Juara Umum Silat

Berkat arahannya, para atlet muda dari sekolah tersebut berhasil menunjukkan performa gemilang, membuktikan bahwa proses pembinaan yang tekun akan membuahkan hasil yang membanggakan.

Dari Guru Bahasa Arab Menjadi Pelatih Juara

Siapa sangka, sosok di balik para juara silat ini sehari-harinya adalah seorang guru dan wali kelas di SMA Muhammadiyah Al Mujahidin. Pria kelahiran Muntilan 27 tahun lalu ini merupakan alumni STAIYO Gunungkidul tahun 2024 dari program studi Pendidikan Bahasa Arab, yang ia selesaikan dengan nilai sempurna.

Meski memiliki latar belakang akademis di bidang bahasa, kecintaannya pada pencak silat, khususnya Tapak Suci, tidak pernah padam dan justru menjadi jalan pengabdiannya yang lain.

Profil Mustaghfiri Asykar
Profil Mustaghfiri Asykar

Kecintaan pada Tapak Suci Sejak Usia Dini

Mustaghfiri mulai mengenal dunia pencak silat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Dari sanalah minat dan bakatnya terus tumbuh dan terasah. Dedikasinya yang tinggi mengantarkannya menjadi salah satu bagian dari tim pelatih di Tapak Suci Pimpinan Daerah (Pimda) 12 Gunungkidul.

“Bagi saya, Tapak Suci telah menjadi bagian dari perjalanan hidup. Mengantarkan atlet-atlet binaan meraih prestasi, apalagi sampai mendapat juara umum, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dalam karier kepelatihan saya,” ujar Mustaghfiri.

Pengalamannya pun sudah malang melintang. Selain di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, ia juga aktif melatih di banyak sekolah lain di Kabupaten Gunungkidul, terutama di tingkat sekolah dasar.

Misi Berikutnya: Porda DIY 2025

Dengan usianya yang masih terbilang muda, Mustaghfiri memiliki tekad kuat untuk terus mendampingi para atletnya meraih prestasi di jenjang yang lebih tinggi. Target besar berikutnya adalah mempersiapkan para pesilat terbaiknya untuk berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2025, di mana Gunungkidul akan menjadi tuan rumah.