Wonosari, (kupass.com)–Sinyal koalisi PDIP dan Golkar menguat usai kedua tokoh dan pengurus kedua partai nasionalis ini. Sang Ketua DPC PDIP Endah Subekti Kuntariningsih masuk dalam survei tiga tokoh kandidat kuat Bakal Calon Bupati Gunungkidul selain Profesor Sutrisna Wibawa dan Incumbent Bupati Sunaryanta.
Dalam pertemuan tertutup itu nampak jajaran pengurus inti PDIP, Endah Subekti Kuntariningsih didampingi sejumlah kader. Pengurus PDIP sendiri disambut oleh Ketua DPD Golkar Heri Nugroho dan tim pendaftaran Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul.
Disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih bahwa, rencana kerjasama antara PDI Perjuangan dengan Partai Golkar diharapkan dapat terwujud. Dia pun saat ini masih menunggu keputusan dari Golkar untuk rencana kerjasama koalisi ini.
“Masih menunggu dari DPD Golkar DIY. Jika nanti buka (pendaftaran), maka langsung akan kami lakukan,”terangnya.
Endah menambahkan bahwa langkah yang sama juga dilakukan oleh DPP masing-masing partai. Termasuk jika nanti bakal mengikuti pencalonan di partai Golkar, Kecuali hanya mengusung sendiri calonnya maka mekanisme pendaftaran tersebut tidak mereka lakukan.
“Karena ini aturan pihak lain maka akan kita taati,”katanya.
Namun demikian jika nantinya kepastian mengusung kader sendiri pada Pilkada, Endah menegaskan bahwa nanti akan melihat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). DPC disebut Endah bakal tunduk dan mengikuti keputusan DPP. Menurutnya jika nantinya hasil survei dan elektabilitasnya tinggi maka kemungkinan diusung bersama bisa saja terjadi. Karena semua keputusan harus dilakukan melalui mekanisme survei dan kajian terlebih dahulu.
“Semua memang akan disurvei dan dikaji,” tambahnya.
Dikesempatan yang sama Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul Heri Nugroho menjelaskan bahwa untuk melakukan kerjasama tentu akan melihat partai mana yang memiliki frekuensi sama dengan Golkar. Heri memberi contoh dengan PDIP misalnya, dimana keduanya sama memiliki kesamaan lantaran dekat dengan wong cilik, memperjuangkan kemiskinan, dan ketika menjalin silaturahmi antara pejabat dan rakyat itu tidak ada sekat.
“Karena banyak kesamaan maka kita bisa bekerjasama. Dalam artian sefrekuensi,”pungkasnya.
