Wonosari, (kupass.com)—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Gunungkidul mulai menggerakkan mesin organisasi menuju Pemilu 2029. Setelah memperoleh Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC), partai tersebut menjadikan konsolidasi internal sebagai langkah awal untuk membangun kembali kekuatan politik di tingkat daerah.
Ketua DPC PPP Gunungkidul Darban mengatakan konsolidasi diperlukan untuk membangkitkan kembali semangat para kader dan pengurus setelah struktur organisasi terbentuk. Menurut dia, pekerjaan berikutnya ialah menyatukan langkah hingga tingkat bawah.
“Setelah mendapatkan SK DPC dan pembentukan PAC, langkah awal adalah membangkitkan semangat kembali teman-teman dengan konsolidasi,” kata Darban dalam pembukaan Musyawarah Anak Cabang PPP di Kantor DPC PPP Gunungkidul, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kamis (24/9/2026).
Darban mengatakan konsolidasi tersebut bukan sekadar agenda administratif. PPP Gunungkidul ingin menggunakan struktur organisasi yang telah terbentuk sebagai modal untuk menyiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Langkah kedua, kata dia, adalah menggalang kekuatan dan membangun kesempatan agar seluruh jajaran partai dapat bergerak bersama menyongsong kontestasi politik mendatang.
“Yang kedua menggalang kekuatan, membangun kesempatan untuk melangkah menyongsong pemilu yang akan datang, 2029,” ujarnya.
Membidik Dua Kursi
Dalam konsolidasi tersebut, PPP Gunungkidul mulai memasang target perolehan kursi legislatif. Darban menyebut target yang dibicarakan di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY adalah empat kursi.
Sementara untuk Gunungkidul, ia menyebut target awal yang hendak dibangun adalah dua kursi. Namun, target tersebut menurut Darban masih dapat berkembang apabila mendapatkan dukungan penuh dari DPW.
“Target DPW PPP DIY empat kursi. Target kita mungkin dua kursi. Kalau support DPW sepenuhnya, bisa empat kursi,” kata Darban.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun optimisme internal partai. Darban menyadari bahwa target politik membutuhkan kerja organisasi yang panjang, terutama untuk menghidupkan kembali jaringan partai hingga tingkat kapanewon dan kalurahan.
“Kita saat ini hanya modal semangat untuk melangkah,” ujar dia.
Pernyataan itu sekaligus menggambarkan posisi awal PPP Gunungkidul dalam menatap Pemilu 2029 membangun kekuatan dari struktur organisasi yang baru dikonsolidasikan, kemudian mengubah semangat kader menjadi kerja politik di lapangan.
Musyawarah Anak Cabang
Sejumlah pengurus DPW PPP Daerah Istimewa Yogyakarta hadir dalam pembukaan Musyawarah Anak Cabang PPP di Kantor DPC PPP Gunungkidul, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kamis (24/9/2026).
Musyawarah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi setelah terbentuknya kepengurusan DPC dan PAC. Forum di tingkat anak cabang diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan kembali jajaran partai sekaligus memperkuat komunikasi antara pengurus di berbagai tingkatan.
Agenda organisasi PPP di DIY akan berlanjut pada Sabtu, 26 September 2026. Pelantikan DPC dan PAC se-DIY dijadwalkan berlangsung di kediaman Ketua Umum PPP Mardiono di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagi PPP Gunungkidul, rangkaian agenda tersebut menjadi titik awal untuk menata kembali organisasi sebelum memasuki tahapan kerja politik menuju Pemilu 2029.
Target kursi, bagi Darban, tidak cukup hanya ditulis dalam angka. Ia perlu diterjemahkan menjadi konsolidasi, penguatan struktur, dan kerja bersama dari pengurus hingga kader di lapangan.
Dengan modal yang saat ini disebutnya masih berupa “semangat”, PPP Gunungkidul mulai menyusun langkah untuk mengubah semangat itu menjadi kekuatan organisasi.
