IMG 20201130 133745

Polemik Kalurahan Genjahan Terus Berlanjut, Anggota BPKal Yang Nyatakan Mundur Dipanggil Panewu Ponjong

Ponjong, (kupass.com)–Buntut surat pengunduran diri delapan anggota BPKal secara kompak membuat polemik di Kalurahan Genjahan, Kepanewon Ponjong terus berlanjut. Sejumlah anggota BPKal yang menyatakan mundur dipanggil oleh Panewu Ponjong untuk dimintai keterangan dan koordinasi terkait permasalahan yang terjadi, Senin (30/11/2020).

Sebelumnya sebanyak 8 dari total 9 anggota BPKal Kalurahan Genjahan beramai – ramai membuat surat pernyataan mengundurkan diri. Hal tersebut dilakukan setelah Lurah Genjahan Agung Nugroho melaporkan Ketua BPKal Wastana ke Bawaslu Gunungkidul karena terlibat menjadi Tim Sukses salah satu Paslon Bupati dalam Pilkada tahun 2020.

Usai koordinasi dengan anggota BPKal, PJ Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Heri Sukaswandi irit bicara saat wartawan ingin mengkonfirmasi perihal pertemuan tersebut. Dia memilih bungkam ketika ditanya hasil koordinasi dengan sejumlah 5 anggota BPKal yang dipanggil.

“Mohon maaf masih pertemuan,”kata Heri ketus, Selasa (01/12/2020).

Baca Juga:  Minta Restu PDM Gunungkidul, Partai Umat Siapkan Wadah Koalisi Keumatan

Berbeda dengan Panewu Ponjong Witanta mengatakan, pemanggilan sejumlah anggota BPKal yang menyatakan mundur tersebut merupakan penggalian informasi. Dia menyatakan belum ada kesimpulan terkait hasil pertemuan koordinasi itu.

“Setelah mendengar sisi kanan kiri atas bawah, kita akan adakan pertemuan lagi untuk menyimpulkan, “kata Panewu.

Terpisah salah satu anggota BPKal yang menyatakan dirinya mundur yakni Slamet Triyono mengungkapkan, pemanggilan para anggota untuk dimintai keterangan terkait permasalagan dengan Lurah Genjahan Agung Nugroho. Slamet membeberkan, BPKal yang mundur telah menyampaikan unek – uneknya baik kepada Panewu maupun Pj Kepala DP3AKBPMD. Diakuinya bahwa ketidaksefahaman antara Lurah dan BPKal Ponjong memang terjadi sejak awal.

“Ketidaksefahaman anggota BPKal dengan keputusan Lurah itu dianggap melawan. Padahal kita sebagai penyambung lidah warga masyarakat Genjahan mempunyai fungsi kontrol, jika ada keputusan yang melenceng dan tidak berpihak pada nasyarakat maka kita luruskan, “kata Slamet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *