Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung, Sukamta: Pemda Bisa Mengakses Dana APBN Untuk Penanganan

  • Bagikan
Anggota DPR Pusat Sukamta Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung
Anggota DPR Pusat Sukamta Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung

Semanu, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dapat mengakses dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) guna penanganan bencana alam puting beliung di Kapanewon Semanu. Anggaran tersebut diakses melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPR RI Sukamta saat mengunjungi lokasi terdampak puting beliung di Padukuhan Jelok, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Jumat (25/02/2022). Dalam kesempatan tersebut politikus PKS itu juga memberikan bantuan berupa logistik dan sejumlah uang untuk rehab bangunan TPA di Masjid Ar Rahman.

“Recofery ada dari pusat, di BNPB tugasnya untuk penyiapan dana bantuan kondisi bencana saya kira ada prosedurnya tinggal diikuti saja,”kata Sukamta.

Dia juga meyakini bahwa Pemda Gunungkidul juga telah mengalokasikan untuk recovery sejumlah bangunan milik warga yang mengalami kerusakan.

Baca Juga:  Peduli Bencana Erupsi Gunung Semeru, Paguyuban Kawulo Mataram Nusantara Kirim Logistik Ke Lumajang
Sukamta Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung
Sukamta Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Puting Beliung

“Tentu Pemda yang tahu, kita percaya Pemda merealisasikan itu karena sudah ada posnya. Kita semua ikut prihatin karena itu (bencana) tidak bisa diprediksi

Sementara itu Lurah Pacarejo Suhadi menjelaskan, hingga saat ini pendataan dan inventarisir rumah yang mengalami kerusakan telah mencapai 80 persen. Pihaknya juga berharap semua lintas sektoral agar duduk bersama membahas pendataan mendetail dan benar-benar valid.

“Kebutuhan masyarakat tingkat bawah bisa diplotingkan oleh Pemda, tetapi harus betul-betul valid jangan hanya dikira-kira,”terangnya.

Dia merinci bahwa dua lokasi Padukuhan yang terdampak cukup parah yakni Jelok dan Jonge. Suhadi mengklaim bahwa stok logistik atau permakanan siap dan telah mencukupi.

“Jelok ada 132 dan Jonge ada 122 rumah yang rusak. Rata-rata rusak pada bagian atap,”katanya.

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.