Pengajian Nuzulul Qur’an PRA Kauman: Momentum Ibu-ibu ‘Aisyiyah Tingkatkan Literasi Al-Qur’an

YOGYAKARTA (kupass.com) – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk bercengkerama lebih dekat dengan kitab sucinya. Memperingati peristiwa agung turunnya wahyu pertama, Pengajian Nuzulul Qur’an PRA Kauman (Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kauman) kembali digelar dengan penuh kekhidmatan pada Kamis (05/03/2026).

Bekerja sama dengan Takmir Mushola ‘Aisyiyah Kauman, kegiatan yang bertepatan dengan 16 Ramadhan 1446 H ini dibanjiri oleh jamaah ibu-ibu ‘Aisyiyah serta warga sekitar. Acara dilangsungkan tepat setelah pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah.

Pengajian Nuzulul Qur'an PRA Kauman Tingkatkan Literasi
Suasana khidmat jamaah ibu-ibu mengikuti Pengajian Nuzulul Qur’an PRA Kauman di Mushola Aisyiyah bersama Widyastuti M.Hum.

Agenda Rutin Pererat Ukhuwah

Ketua Panitia Ramadhan 1446 H, Sri Suratun, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen krusial untuk menguatkan kembali ikatan batin umat dengan Al-Qur’an.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan setiap tanggal 16 Ramadhan. Ini adalah bagian dari upaya kami memperkuat pemahaman dan kecintaan jamaah terhadap Al-Qur’an,” ujar Sri Suratun.

Literasi Al-Qur’an: Lebih dari Sekadar Membaca

Menambah bobot spiritual malam itu, panitia menghadirkan Widyastuti, M.Hum., yang merupakan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, sebagai narasumber utama.

Dalam tausiyahnya yang sejuk, Widyastuti mengajak jamaah untuk melampaui batas peringatan sejarah. Ia menekankan bahwa Nuzulul Qur’an harus menjadi titik tolak peningkatan literasi Al-Qur’an di tengah dinamika masyarakat modern.

“Literasi Al-Qur’an itu tidak hanya sebatas kemampuan membaca. Literasi yang sesungguhnya mencakup proses memahami maknanya, mengamalkan ajarannya, serta menyampaikan nilai-nilainya melalui dakwah dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Widyastuti tegas.

Ia mengingatkan kembali fungsi esensial Al-Qur’an sebagai hudan (pedoman hidup). Setiap muslimah, khususnya kader ‘Aisyiyah, dituntut untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan panduan taktis dalam memanajemen keluarga, berinteraksi di masyarakat, maupun dalam berbagai aktivitas sosial lainnya.

Harapan Tumbuhnya Semangat Dakwah

Suasana pengajian yang dilaporkan oleh kontributor (Pipit) ini berlangsung sangat antusias. Para jamaah larut dalam khidmatnya lantunan ayat suci Al-Qur’an hingga usainya sesi tausiyah.

Melalui suksesnya gelaran ini, PRA Kauman menaruh harapan besar agar semangat mencintai, mempelajari, dan membumikan Al-Qur’an semakin tumbuh subur di lingkungan akar rumput.

“Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat ukhuwah dan semangat dakwah, khususnya di lingkungan Mushola ‘Aisyiyah Kauman,” tutup perwakilan panitia.