Meski diguyur hujan deras, seribuan jamaah khidmat ikuti tausiyah Ustadz Hendro Wijayanto. Inovasi bazar Nasyiatul ‘Aisyiyah ramaikan ekonomi lokal.
PIYAMAN (kupass.com) – Gerakan Pengajian Ahad Pagi (PAP) yang digagas warga Muhammadiyah Gunungkidul kian menjelma menjadi tren positif yang masif. Tidak sekadar majelis ilmu, kegiatan ini berkembang menjadi gerakan inovatif yang menggerakkan dakwah sekaligus menggembirakan umat.

Salah satu contoh suksesnya terlihat di Masjid Nurul Iman, Kemorosari, Piyaman, pada Ahad (11/01/2026). Meski diguyur hujan deras, Pengajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Piyaman ini tetap berlangsung khidmat dengan dihadiri lebih dari 1.000 jamaah.
4 Keutamaan Majelis Ilmu
Antusiasme jamaah yang menantikan PAP ini terbayar lunas dengan siraman rohani dari Ustadz Hendro Wijayanto, Lc., M.A., asal Solo, Jawa Tengah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Hendro memaparkan hadis tentang empat keutamaan luar biasa menghadiri majelis ilmu.
“Barangsiapa yang duduk di rumah Allah (masjid) yang di dalamnya terdapat bacaan Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan majelis ilmu, maka Allah akan memberikan empat keutamaan,” terangnya.
Keutamaan tersebut adalah:
- Allah akan menghadirkan sakinah (ketenangan dan ketenteraman) dalam hatinya.
- Allah akan menyebarkan rahmat-Nya dalam majelis tersebut.
- Allah akan mengirimkan malaikat untuk menaungi para jamaah.
- Allah akan menyebut nama jamaah satu per satu dengan bangga di hadapan penduduk langit (malaikat).
Sinergi Dakwah dan Ekonomi
PRM Piyaman, yang dikenal sebagai salah satu ranting berprestasi di bawah naungan PDM Gunungkidul, tak hanya fokus pada aspek spiritual. Mereka sukses mengintegrasikan dakwah dengan pemberdayaan ekonomi umat.

Setiap penyelenggaraan PAP, PRM Piyaman bersinergi dengan Organisasi Otonom (Ortom) lainnya, seperti Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA). NA Piyaman secara rutin menggelar bazar yang menjajakan berbagai produk karya jamaah, mulai dari makanan hingga jajanan pasar tradisional.
Pengajian Ahad Pagi di Piyaman telah membuktikan diri sebagai media dakwah yang paripurna: jamaah mendapatkan ilmu, tali silaturahmi antarwarga semakin erat, dan roda ekonomi lokal turut berputar.
