Wonosari, (kupass.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan sejumlah skema menurunkan angka kemiskinan di tahun 2025 ini. Sejumlah program telah dipersiapkan salah satu diantaranya yakni mengurangi beban pengeluaran bagi penduduk miskin dan rentan miskin.
Pengurangan beban pengeluaran ini dilakukan untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem perlindungan sosial. Wujud dari program ini melalui Universal Health Caverage (UHC) Integrasi BPJS, bidang pendidikan dilakukan melalui BOS, Beasiswa Miskin, Program Keluarga Harapan (PKH).
“Selain itu juga ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP),”kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta.
Sekda merinci bahwa pada tahun 2024 lalu, angka kemiskinan di Gunungkidul sebesar 15,18 persen. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni mencapai 15,60 persen.
Pemda pun juga berencana merealisasikan program pemberdayaan penduduk miskin seperti kelompok yaitu KUBE ekonomi produktif Keluarga Miskin, Usaha Sosial Ekonomi Produktif (USEP), Desa Wisata, Peningkatan keterampilan dan keahlian melalui berbagai jenis pelatihan.
“Juga program pembangunan pertanian, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan Usaha Mikro dan Kecil dan Menengah, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA),”imbuhnya.
Dia melanjutkan bahwa, sinergi antara kebijakan dan program
Disamping itu mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan dilakukan juga melalui upaya menurunkan kemiskinan dengan menyasar kurang sejahtera, khususnya masyarakat yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pokok berupa makan.
“Sejumlah program lainnya adalah dengan peningkatan sumber daya manusia melalui Gerakan Berani Sekolah Gunungkidul, yakni program yang diluncurkan untuk mendukung kegiatan pendidikan kesetaraan untuk meningkatkan kualitas warga belajar,”tandasnya.
