KARANGMOJO (kupass.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul kembali mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat. Kali ini, PDM Gunungkidul secara resmi menerima penyerahan wakaf sebuah bangunan masjid megah yang baru saja selesai dibangun selama kurang lebih dua tahun. Masjid tersebut berlokasi di Dusun Coyudan, Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo.
Masjid yang diberi nama Masjid Bagus Al Fauzan ini merupakan wakaf dari keluarga Bapak Subardi, T.S. Prosesi penyerahan wakaf dilaksanakan secara khidmat pada hari Minggu (10/05/2026), bertempat langsung di area Masjid Bagus Al Fauzan, Coyudan 1.

Keberadaan masjid ini sejatinya memiliki kedekatan kultural dengan persyarikatan Muhammadiyah. Jamaah masjid telah lama aktif menjadi bagian dari binaan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Gunungkidul sejak awal berdiri, dan bahkan tercatat memiliki jumlah jamaah terbanyak di dalam keanggotaan KMM.
Aktivitas ibadah dan syiar di Masjid Bagus Al Fauzan pun sangat hidup. Setiap hari Senin dan Rabu rutin digelar pengajian untuk jamaah ibu-ibu. Kemudian, pada hari Selasa dan Sabtu diadakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk anak-anak, serta rutinitas kultum pencerahan setiap pagi selepas sholat Subuh.
Sejarah Pembangunan dan Perluasan Lahan
Dalam sambutannya, Bapak Subardi menjelaskan bahwa bangunan awal masjid dulunya berdiri di atas tanah seluas 200 meter persegi yang merupakan wakaf dari Bapak Kartodinomo.

Namun, karena kondisi bangunan lama sudah mengalami kerusakan, pihak keluarga dan pengurus sepakat untuk melakukan pembongkaran total sekaligus perluasan lahan. Dengan tambahan tanah wakaf dari Mbah Kartodinomo dan keluarga Bapak Subardi, kini total luas lahan masjid tersebut bertambah signifikan menjadi 1.469 meter persegi.
“Dilakukannya pembongkaran itu selain untuk membangun kembali bangunan fisik yang lebih memadai, juga sebagai upaya kami untuk meluruskan arah kiblat,” terang Subardi.
Beliau memaparkan bahwa renovasi total ini melahirkan bangunan masjid baru seluas 540 meter persegi, yang di dalamnya sudah terintegrasi dengan fasilitas ruang kantor dan tempat belajar khusus bagi santri-santri TPA.
Lebih lanjut, Subardi menaruh harapan besar agar bangunan ibadah ini dapat dimakmurkan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya. “Kami berharap masjid ini tidak hanya dikhususkan bagi warga Coyudan atau Ngipak saja, tetapi juga terbuka untuk warga secara umum. Kami serahkan agar dipergunakan dan dikelola sebagaimana mestinya untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan syariat dan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Komitmen PDM Gunungkidul Kelola Wakaf Secara Amanah
Merespons amanah besar tersebut, Ketua PDM Gunungkidul, Drs. Sadmonodadi, M.A., dalam pidato sambutannya mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas tingginya kepercayaan dari keluarga Bapak Subardi kepada persyarikatan Muhammadiyah.
Pada kesempatan ini, Sadmonodadi juga memaparkan secara gamblang komitmen dan standar Muhammadiyah dalam mengelola aset wakaf umat.
“Muhammadiyah selalu berpegang teguh pada prinsip amanah dan transparan dalam mengelola setiap harta wakaf. Langkah prioritas kami selanjutnya tentu adalah komitmen untuk terus menghidupkan dakwah di masjid ini, baik melalui kegiatan ibadah mahdhah maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang memakmurkan jamaah,” jelas Sadmonodadi.
Prosesi penyerahan masjid ini disaksikan langsung oleh H. Subardi, T.S. beserta keluarga besar, jajaran pengurus PDM Gunungkidul beserta istri, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Gunungkidul, Lurah Ngipak, Bhabinkamtibmas, serta warga masyarakat sekitar.
