Gema GOR Siyono, Kompetisi Drumband PDBI Gunungkidul Jadi Ajang Unjuk Prestasi Ratusan Siswa

PLAYEN (kupass.com) – Gedung Olahraga (GOR) Siyono kembali menggema dan membahana. Gemuruh suara rampak ratusan talenta muda penabuh tenor dan snare drum sukses menggetarkan seisi stadion dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) yang diinisiasi oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI Gunungkidul).

Event tahunan yang bergengsi ini sengaja digelar oleh pengurus daerah dengan tujuan utama mengukur sejauh mana efektivitas hasil latihan dan persiapan yang telah dilakukan oleh masing-masing satuan sekolah di Gunungkidul.

Kombinasi warna-warni kostum tim drumband sekolah saat unjuk kebolehan dalam kompetisi Kejurkab PDBI Gunungkidul di dalam Gedung Olahraga Siyono.
Kombinasi warna-warni kostum tim drumband sekolah saat unjuk kebolehan dalam kompetisi Kejurkab PDBI Gunungkidul di dalam Gedung Olahraga Siyono.Image

Pengurus PDBI Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid, mengungkapkan bahwa atmosfer penyelenggaraan event Kejurkab kali ini terasa sangat luar biasa. Kepadatan penonton dan antusiasme tinggi dari para peserta langsung terasa sejak kompetisi dimulai.

“Event ini kami gulirkan secara konsisten setiap tahun sebagai barometer untuk mengetahui sejauh mana progres prestasi dari setiap satuan pendidikan yang telah giat berlatih. Untuk level Kejurkab kali ini, kompetisi khusus diikuti oleh peserta internal dari wilayah Gunungkidul saja, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga kategori Umum,” terang Bahron pada Rabu (27/05/2026).

Drumband Jadi Lumbung Prestasi Bumi Handayani

Eksistensi organisasi PDBI serta deretan prestasi emas yang berhasil ditorehkan oleh para atlet drumband Gunungkidul di berbagai ajang kejuaraan daerah maupun nasional, faktanya menjadi magnet penarik tersendiri. Cabang olahraga ini sukses memikat generasi muda di Bumi Handayani untuk mendalami seni unjuk ketangkasan instrumen musik tersebut.

Tidak dipungkiri, drumband telah menjelma menjadi salah satu cabang olahraga non-akademik yang paling populer dan paling konsisten mendulang prestasi bagi Kabupaten Gunungkidul. Bahkan, dalam berbagai perhelatan upacara dan acara resmi kepemerintahan daerah, tim drumband binaan PDBI kerap tampil memukau sebagai pengisi acara yang atraktif.

Mei Penuh Kompetisi untuk Asah Mental Juara

Lebih lanjut Bahron memaparkan bahwa intensitas kompetisi marching band di Gunungkidul pada bulan Mei ini terbilang sangat padat. Tercatat ada dua event besar berskala daerah dan regional yang digelar dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kedua hajat besar tersebut adalah Kejurkab PDBI yang berpusat di GOR Siyono, Playen, serta ajang Gunungkidul Open Marching Band Competition yang mengambil tempat di Stadion Gelora Handayani, Wonosari.

Bagi Bahron, padatnya jadwal kompetisi ini harus disikapi sebagai peluang emas bagi perkembangan mental para atlet muda.

“Semakin banyak kompetisi resmi yang diikuti oleh anak-anak, tentu akan sangat baik untuk mengasah mental juara dan jiwa sportivitas mereka. Semakin tinggi jam terbang di lapangan, maka akan semakin matang pula tingkat kepercayaan diri anak-anak kita dalam menatap kejuaraan di level yang lebih tinggi,” pungkas Bahron optimistis.