Yogyakarta (kupass.com) – Santri Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah (MBS) Al Muttaqiin Gedangsari kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga santrinya berhasil meraih juara dalam Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Tapak Suci Wilayah 1 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang digelar pada 15-16 Februari 2025 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Kejuaraan ini dibuka oleh Dr. Iwan Setiawan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY dan diikuti oleh lebih dari 150 atlet Tapak Suci dari empat kabupaten, satu kotamadya, serta lima perguruan tinggi. Persaingan ketat tidak menghalangi ketiga santri MBS Al Muttaqiin untuk meraih juara pertama dalam kategori Trio Tangan Kosong.

Ketiga santri yang sukses mengharumkan nama pesantren adalah:
- Muhammad Ilham Nur Madani
- Dzulfaqqor Alif Zahida
- Hafizh Faturrohman
Dengan kemenangan ini, mereka berhak mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Kejuaraan Dunia Tapak Suci yang akan berlangsung di Malang pada April mendatang.
Bangga dan Optimisme untuk Masa Depan
Pelatih Tapak Suci TPS Pimda 12 Gunungkidul, Sudarmaya, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian para atlet ini. Meskipun persiapan mereka cukup singkat, para santri berhasil menunjukkan performa yang luar biasa.
“Tentu prestasi ini sangat membanggakan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada MBS Al Muttaqiin Gedangsari, khususnya kepada pelatih Ustadz Sunaryo, yang telah membimbing dan mempersiapkan mereka dengan sangat baik,” ujar Sudarmaya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Ia juga menekankan pentingnya latihan intensif menjelang kejuaraan dunia agar para atlet semakin siap menghadapi kompetisi yang lebih besar. Lebih dari itu, Sudarmaya berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berlatih dan mengembangkan bakatnya dalam seni bela diri Tapak Suci.
“Selama ini, banyak atlet Tapak Suci berprestasi berasal dari pondok pesantren. Oleh karena itu, saya optimis perkembangan Tapak Suci di Gunungkidul akan semakin maju,” tambahnya.
Harapan untuk Santri MBS Al Muttaqiin
Mudir MBS Al Muttaqiin Gedangsari, Ustadz Sriyanta, juga menyampaikan harapannya agar santri-santri Al Muttaqiin tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan agama, tetapi juga dalam keterampilan lainnya.
“Kami ingin mencetak santri yang multitalenta untuk mendukung dakwah mereka di masa depan. Mereka harus menjadi intelektual ulama sekaligus memiliki keahlian beragam,” tutur Ustadz Sriyanta.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi MBS Al Muttaqiin Gedangsari sebagai salah satu pesantren yang tidak hanya berfokus pada ilmu keagamaan, tetapi juga mendorong santrinya untuk berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk olahraga bela diri. Dengan persiapan yang matang, diharapkan ketiga santri ini mampu membawa pulang kemenangan dalam Kejuaraan Dunia Tapak Suci mendatang.
