Etos Kerja dalam Islam: Lebih dari Sekadar Mencari Nafkah, Ini Adalah Ibadah dan Jalan Menuju Surga

Membedah kesalahpahaman tentang tawakal, zuhud, dan itqan, serta bagaimana seharusnya seorang Muslim bekerja dengan penuh integritas dan kualitas.

YOGYAKARTA (kupass.com) – Dalam Islam, bekerja bukan sekadar rutinitas untuk mencari uang demi menyambung hidup. Bekerja memiliki dimensi spiritual yang mendalam dan menjadi bagian tak terpisahkan dari ibadah. Hal ini dikupas tuntas dalam pengajian di Serambi Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, pada Sabtu (22/11/2025) bersama Ustadz Talqis Nurdiyanto, Lc, M.A, Ph.D.

Etos kerja Islam dapat didefinisikan sebagai prinsip moral dan semangat yang memandang aktivitas bekerja sebagai manifestasi keimanan, bentuk pengabdian kepada Allah, serta sarana memberi manfaat bagi kemanusiaan (rahmatan lil ‘alamin).

Mencari Nafkah adalah Penghapus Dosa yang Tak Terhapus Salat dan Puasa

Simak Penjelasan Mendalam Tentang Etos Kerja Dalam Islam. Bukan Sekadar Mencari Nafkah, Bekerja Dengan Itqan Dan Tawakal Yang Benar Adalah Ibadah Penghapus Dosa. Baca Selengkapnya Di Sini
Simak Penjelasan Mendalam Tentang Etos Kerja Dalam Islam. Bukan Sekadar Mencari Nafkah, Bekerja Dengan Itqan Dan Tawakal Yang Benar Adalah Ibadah Penghapus Dosa. Baca Selengkapnya Di Sini

Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dosa-dosa yang tidak bisa dihapus hanya dengan salat dan puasa, melainkan harus dengan bersusah payah dalam mencari nafkah (HR. Bukhari).

Bahkan, tangan yang kasar karena bekerja keras mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Nabi. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW mencium tangan seorang sahabat yang kasar karena bekerja membelah batu atau mencangkul tanah, seraya bersabda:

“Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya.” (HR. Abu Qasim al-Jurjani).

Meluruskan Salah Kaprah tentang Tawakal dan Zuhud

Seringkali, konsep tawakal dan zuhud disalahartikan sehingga memicu sikap pasif dan malas.

  1. Tawakal Bukan Pasrah Buta: Salah kaprah jika menganggap rezeki sudah diatur maka manusia boleh pasif menunggu. Sikap “pasrah bongkokan” ini mematikan inovasi. Tawakal yang benar adalah berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar atau usaha yang maksimal.
  2. Zuhud Bukan Berarti Miskin: Zuhud adalah sikap hati yang tidak terikat pada dunia, bukan berarti harus hidup kekurangan. Islam justru membutuhkan umat yang kaya agar bisa berzakat dan membangun peradaban.
  3. Itqan: Bekerja Tuntas dan Berkualitas: Etos kerja Islam menuntut Itqan, yaitu bekerja dengan profesional, tuntas, dan berkualitas, bukan asal jadi. Bekerja bukan sekadar menggugurkan kewajiban atau takut pada atasan/CCTV, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah (Muraqabah).

Kerja Keras Adalah Kemuliaan

Rasulullah SAW menegaskan bahwa makanan terbaik adalah yang dimakan dari hasil usaha tangan sendiri, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Daud AS. Islam melarang umatnya meminta-minta demi menjaga kehormatan diri. Bahkan, apa yang dinafkahkan seorang laki-laki untuk keluarganya dari hasil kerjanya yang halal dinilai sebagai sedekah