Mengisi Tahun Baru 1448 H, JSI Kamilasyada Gelar ‘Ngaji Seni di Lembah Desa Pulutan: Tontonan yang Menjadi Tuntunan

Gunungkidul (kupass.com) – Wonosari, (kupass.com)—Momentum pergantian tahun baru Islam 1448 Hijriyah di Kabupaten Gunungkidul dirayakan dengan cara yang unik, mendalam, dan sarat akan makna. Jama’ah Seni Islami (JSI) Kamilasyada kembali menggelar agenda ikonik mereka, Ngaji Seni bertempat di panggung utama destinasi wisata Lembah Desa Pulutan (LDP) pada [Ahad, 5 Juli 2026].

Rangkuman Informasi Utama

Sejak pukul 17.00 WIB, suasana LDP yang biasanya menjadi ruang rekreasi keluarga, bertransformasi menjadi lautan syiar melalui seni. JSI Kamilasyada—grup seni islami legendaris yang lahir di Pulutan sejak tahun 2001—hadir membawa misi dakwah kultural sekaligus pentas amal.

Mengisi Tahun Baru 1448 H, JSI Kamilasyada Gelar 'Ngaji Seni di Lembah Desa Pulutan: Tontonan yang Menjadi Tuntunan -
Ilustrasi AI: Mengisi Tahun Baru 1448 H, JSI Kamilasyada Gelar ‘Ngaji Seni di Lembah Desa Pulutan: Tontonan yang Menjadi Tuntunan

Dakwah Kultural: Menyentuh Hati Lewat Nada dan Rasa Dipimpin oleh Jayadi, S.Pd.I., M.S.I.(yang akrab disapa Kang Jay), panggung Ngaji Seni mengalunkan lagu-lagu religius seperti Lancaran Hasbunallah Dipikir-dipikir dan Samara. Tidak sekadar menghibur, setiap bait lagu diselingi dengan tausiyah ringan yang renyah namun menghujam sanubari. Kehadiran ribuan pengunjung yang memadati area LDP tampak khusyuk menikmati harmoni tersebut.

Salah satu sesi paling kontemplatif adalah saat Kang Jay membacakan geguritan (puisi Jawa) berjudul Didis. Dalam filosofi Jawa, didis (mencari kutu rambut) dimaknai secara mendalam sebagai simbol introspeksi dan refleksi diri.

Didis itu penting agar kita segera bertaubat bila banyak dosa, khilaf, dan maksiat yang telah dikerjakan, sekaligus menjadi momentum menata kehidupan yang akan datang untuk semakin lebih baik,"*ungkap Kang Jay di sela-sela penampilannya.

Sinergi dan Kesalehan Sosial*l
Acara ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi erat antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pulutan, pengelola LDP, serta para tokoh masyarakat yang memiliki empati tinggi terhadap kelestarian seni islami.

Menegaskan esensi Islam sebagai *rahmatan lil ‘alamin JSI Kamilasyada tidak hanya memberi makan spiritualitas pengunjung, tetapi juga melakukan aksi sosial nyata. Dalam pentas amal ini, disalurkan bantuan berupa Sedekah Sayur Sempulur serta pembagian buku Iqro bagi para pengunjung yang membutuhkan.

Apresiasi dari Berbagai Daerah
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan testimoni positif dari berbagai elemen masyarakat, bahkan dari luar daerah.
*Pak Jumono (Semanu): Mengapresiasi acara ini sebagai hiburan yang menyejukkan di tengah penatnya rutinitas.
Pak Kamto (Playen): Menyebut kegiatan ini berhasil meneguhkan posisi LDP tidak hanya sebagai tempat wisata alam, tetapi juga destinasi edukasi keluarga yang berbasis nilai religius.
Bu Dewi (Batam): Mengaku kagum dengan cara masyarakat Gunungkidul mengemas dakwah lewat pendekatan budaya yang lembut dan menyentuh.
Melalui Ngaji Seni #8, JSI Kamilasyada dan Lembah Desa Pulutan berhasil membuktikan bahwa seni dan agama bukanlah dua hal yang saling menjauh, melainkan sarana yang indah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan ini penting diperhatikan pembaca karena berkaitan langsung dengan mengisi tahun baru 1448 dan dampaknya bagi masyarakat.